Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Pemkab Kudus berencana mengambil pinjaman daerah pada 2026 nanti. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 85 miliar.

Kepala BPPKAD Kudus, Djati Solechah menjelaskan dana pinjaman itu untuk mendukung pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi pada lokasi eks Matahari.

Pencarian pinjaman yang diajukan ke Bank Jateng nanti dilakukan bertahap dan sesuai kebutuhan pengembangan. Meski begitu, penggunaan dana bisa saja hanya Rp 70 miliar atau Rp 65 miliar, tergantung hasil Detail Engineering Design (DED) yang disusun.

Djati menegaskan, bunga pinjaman dihitung berdasarkan jumlah dana yang benar-benar ditarik. Skema ini dinilai lebih fleksibel dan tidak membebani pembiayaan daerah.

Sementara itu, cicilan akan ditutup menggunakan kemampuan internal rumah sakit, termasuk silpa BLUD yang tersedia sehingga tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah.

Pinjaman tersebut memiliki tenggat pelunasan maksimal pada 2029, satu tahun sebelum masa jabatan Bupati Kudus berakhir di 2030.

Pemerintah mempertimbangkan agar seluruh kewajiban dapat diselesaikan pada periode yang sama, sehingga tidak membebani pemerintahan berikutnya.

Mendukung Pembangunan... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler