Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Universitas Muria Kudus (UMK) melalui Pusat Studi Lingkungan MRC Indonesia menggelar Diskusi Kelompok Terarah (DKT) tentang penataan jalur pendakian Muria di Gunung Muria pada Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini mempertemukan berbagai pihak mulai dari akademisi, pemerintah desa, BPBD, hingga komunitas pendakian untuk mencari solusi bersama atas persoalan pengelolaan jalur Muria yang dinilai masih amburadul.

Peneliti MRC Indonesia sekaligus dosen UMK, Mochammad Widjanarko menilai, penataan kawasan Muria selama ini cenderung blong-blongan atau tidak tertata dengan baik. Menurutnya, isu keselamatan dan tata kelola baru ramai diperbincangkan ketika terjadi insiden.

”Kawasan Gunung Muria masih berada dalam kewenangan Perhutani, sehingga perlu pertemuan rutin antara Perhutani, desa, dan komunitas. Kami dari kampus siap berkontribusi lewat kajian akademik dan penyusunan SOP pendakian,” jelasnya, Jumat (28/11/2025).

Widjanarko menambahkan, penyusunan SOP juga perlu dibarengi penataan basecamp, termasuk kapasitas manajemen, pengelolaan keuangan, hingga soft skill pemandu lokal.

”Kami hanya membantu meningkatkan. Pengembangan tetap milik masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Rahtawu, Sukono menegaskan komitmen pemerintah desa untuk memperbaiki sistem pendakian di wilayahnya. Ia menyebut terdapat tiga titik pendakian Jalur Abiyoso, Tunggangan, dan jalur menuju Songolikur yang harus dibenahi secara bertahap.

Basecamp...  

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler