Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

”Misalnya kalau masyarakat terus menanam padi ketan karena harganya yang lebih bagus, nanti beras biasa langka. Kita bisa kerepotan kalau harus mencari pasokan dari luar. Maka dari itu, pemerintah harus hadir untuk memberikan stimulus agar petani tetap mau menanam padi biasa,” tegasnya.

Selain beras, Masan juga menekankan perlunya lokalisasi kebutuhan pangan lainnya, seperti telur. Menurutnya, konsep pemenuhan kebutuhan ini tidak perlu dalam skala besar sekaligus.

Ia mencontohkan apabila satu rumah berternak 30 ekor ayam petelur, produksi telur di tingkat desa dapat meningkat signifikan.

”Jika dalam satu desa terdapat 200 keluarga yang melakukan skema itu, maka kontribusi telur untuk kebutuhan MBG bisa terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Masan menegaskan DPRD Kudus akan mendorong koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan seluruh skema pendukung MBG berjalan optimal.

Ia berharap program tersebut bukan hanya meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga diikuti dengan penguatan ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi masyarakat Kudus.

Editor: Anggara Jiwandhana

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler