Rais Aam PBNU Resmikan Markaz Turats Ulama Kudus
Muhamad Fatkhul Huda
Selasa, 16 Desember 2025 23:13:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftahul Akhyar, meresmikan Markaz Turats Ulama Kudus pada Selasa (16/12/2025).
Markaz Turats Ulama Kudus tersebut berlokasi di Jalan Sunan Kudus, tepatnya di sekitar kompleks Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus.
Ketua Turats Ulama Kudus, Nanal Ainal Fauz mengatakan, peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian karya-karya keilmuan para ulama terdahulu, khususnya ulama Kudus.
Menurutnya, Markaz Turats Ulama Kudus dihadirkan sebagai pusat pengumpulan, perawatan, digitalisasi, hingga pencetakan ulang kitab-kitab peninggalan ulama agar dapat diakses oleh generasi masa kini dan mendatang.
”Turats bukan sekadar benda lama, tetapi jejak pemikiran, metode keilmuan, dan tradisi yang harus terus dihidupkan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah mengumpulkan sekitar 100 kitab, baik berupa manuskrip maupun cetakan lama. Kitab-kitab tersebut berasal dari tinggalan ulama Kudus dan Nusantara dengan beragam disiplin ilmu, mulai dari fikih, ushul fikih, hingga maulid.
Salah satu koleksi tertua adalah karya Qadhi Syahabuddin, Qadhi Semarang, yang disalin oleh ulama Damaran Kudus yakni Abu Raden Muhammad, Qadhi Kudus, pada tahun sekitar 1750 M.
”Sebagian kitab sudah mulai kami digitalisasi sebagai bentuk perawatan, karena kalau tidak begitu rawan rusak karena lapuk dimakan waktu dan faktor lainnya. Di sini, ada kitab yang usianya hampir tiga abad, ditulis sekitar tahun 1750 M,” jelasnya.
Kitab karya ulama...
- 1
- 2



