Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Peringatan Tasis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus ke-491 pada tahun 1447 H/2026 M diwarnai lagi dengan prosesi Laku Banyu Penguripan. Kegiatan ini menjadi upaya untuk mengingat momentum pendirian Kudus oleh Sunan Kudus yang penuh dengan nilai spiritualitas.

Sekretaris Perhimpunan Pemangku Punden dan Belik (P3B), Abdul Jalil mengutarakan, penyelenggaran Laku Banyu Penguripan sudah berjalan lima kali. Namun, pada tahun ini, terdapat perbedaan dari sebelumnya terutama dalam hal penamaan.

”Kali ini tidak ada kirab lagi, setelah dilakukan selama lima kali terdapat evaluasi. Kami menilai kirab itu identik dengan hura-hura, tidak sepantasnya pendirian Kudus ini dilakukan dengan hura-hura makanya diganti dengan Laku,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Ia menjelaskan, laku memiliki makna tindakan yang melibatkan lahir disertai dengan batin. Dalam laku ini, tidak ada euforia termasuk musik-musik, hanya ada zikir sepanjang jalan.

Melalui pemaknaan itu, Kabupaten Kudus sesungguhnya didirikan dari sebuah kedalaman spiritualitas yang tertata. Oleh karena itu, harapan kedepan supaya Kudus dibangun menggunakan jalan yang sama seperti awal mula.

”Kemajuan dan peradaban Kudus ini harus dijalankan sesuai dengan kedalaman spiritual, doa, dan semangat serta keteladanan para auliya,” tegasnya.

Laku Banyu Penguripan kali ini menghimpun air dari 554 belik dan punden se-Kudus, walisanga, dua tokoh ulama, dan zam-zam. Seluruh air itu dibawa oleh sekitar 5.000 peserta dari Pendapa Kabupaten Kudus menuju ke Masjid Al-Aqsha Menra Kudus.

Iring-iring...  

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler