Dinkes Catat 31 Warga Kudus Positif Campak, Bahaya?
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 2 April 2026 16:31:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Menurut Nuryanto, imunisasi menjadi langkah penting karena penyakit campak disebabkan oleh virus. Penyebaran virus itu semakin mudah apabila menyerang pada individu yang belum mendapatkan vaksin.
”Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat. Upaya tersebut meliputi konsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” jelasnya.
Gejala campak sendiri umumnya ditandai dengan demam tinggi, mata merah, ruam pada kulit, serta batuk pilek yang dapat berkembang menjadi sesak napas pada kondisi tertentu.
”Harapannya tentu kasus campak bisa terus menurun, bahkan tidak ada lagi. Itu bisa dicapai dengan kesadaran masyarakat untuk imunisasi dan menjaga kesehatan,” tambahnya.
Dinas Kesehatan juga menekankan, meskipun kasus relatif sedikit, kewaspadaan tetap diperlukan.
Imbauan...



