Siswa di Kudus Nekat Surati Prabowo Minta Jatah MBG-nya Dialihkan
Muhamad Fatkhul Huda
Jumat, 3 April 2026 13:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Seorang siswa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menarik perhatian publik warganet. Ia nekat menyurati Presiden Prabowo Subianto.
Dalam surat terbuka yang diunggah di Instagram miliknya, ia menyatakan menolak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta Presiden Prabowo agar anggaran dari jatah MBG miliknya dialihkan untuk kesejahteraan guru.
Unggahan milik Muhammad Rafif Arsya Maulidi, pelajar kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual di SMK NU Miftahul Falah Cendono, Kecamatan Dawe, Kudus, Jawa Tengah itu pun mendapat respons luas dari warganet.
”Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” tulis Arsya Maulidi dalam suratnya, seperti dikutip Murianews.com, Jumat (3/4/2026).
Ia menegaskan, surat tersebut bukan sebagai bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepeduliannya sebagai seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Arsya juga mengajak para pelajar lainnya untuk turut menyarakan hal yang sama.
”Saya mengajak teman-teman pelajar untuk tidak diam, sudah saatnya kita menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa, imbuhnya.
- 1
- 2



