Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Upaya penurunan angka stunting terus dilakukan Pemkab Kudus, Jawa Tengah. Salah satunya yakni dengan memberikan edukasi Bangga Kencana dan Dapur Sehat.
Sosialisasi yang melibatkan Tim Penggerak PKK, BKKBN, dinas terkait, serta masyarakat itu digelar sebagai bentuk penguatan kolaborasi menuju target zero stunting di Kabupaten Kudus.
Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endhayani Samani Intakoris mengatakan, edukasi dilakukan secara menyeluruh mulai dari pola pengasuhan, kesehatan ibu dan anak, hingga pemenuhan gizi keluarga.
”Kami ingin ibu-ibu yang hadir di sini nantinya bisa meneruskan informasi dan materi yang sudah diberikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Selain sosialisasi, juga ada demo memasak yang berkaitan dengan pengetahuan stunting dan pemenuhan gizi anak,” ujarnya, Kamis (21/5/2026) di Pendapa Kabupaten Kudus.
Ia menegaskan, menu makanan yang diberikan kepada anak tidak harus mahal, namun harus memenuhi standar gizi yang baik dan seimbang. Menurutnya, pemahaman tentang pengolahan makanan sehat menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting sejak dini.
Terkait kondisi stunting di Kabupaten Kudus, Endhah menyebut angka stunting menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, Pemkab Kudus terus berupaya agar angka tersebut semakin menurun hingga mencapai target zero stunting.
”Kami menginginkan ke depan zero stunting, tetapi itu tidak mungkin tercapai tanpa kerja sama semua pihak. Karena itu diperlukan kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen terkait,” katanya.
Gizi Anak...
Ia menambahkan, berbagai program telah dijalankan secara bertahap untuk menekan angka stunting di Kudus, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan keluarga, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi anak.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Effendi menjelaskan, saat ini BKKBN telah mengalami peningkatan kelembagaan menjadi kementerian sehingga memiliki tugas yang lebih luas dan fokus terhadap pembangunan kependudukan dan keluarga.
”Hari ini kami bersama TP PKK, pemerintah daerah, dinas terkait, dan para mitra memantapkan kegiatan pembangunan kependudukan dan pembangunan keluarga sebagai tindak lanjut arahan Presiden kepada Menteri,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat dapat semakin memperkuat program percepatan penurunan stunting demi menciptakan generasi sehat dan berkualitas di Kabupaten Kudus.
Editor: Zulkifli Fahmi



