Secara teknis, proses verifikasi hanya memakan waktu sekitar lima menit jika tanpa kendala. Namun, sejauh ini, banyak murid yang tidak membawa berkas secara lengkap sehingga harus mengulangi proses verifikasi.
”Itu memakan waktu lama, berkasnya kurang lengkap harus melengkapi ulang, alamatnya salah, titik koordinatnya tidak tepat, itu harus dilengkapi,” jelasnya.
Selain itu, kendala jaringan dan server verifikasi menjadi masalah tersendiri yang bisa tiba-tiba muncul.
Afif mengimbau kepada seluruh siswa maupun orang tua wali agar memperhatikan berkas-berkas yang dibutuhkan selama proses verifikasi. Kelengkapan berkas sangat penting guna menunjang lancarnya proses tersebut.
Tak hanya itu, ia menegaskan, proses verifikasi akun tidak melulu harus dilakukan di sekolah yang ingin dituju. Seluruh sekolah negeri dapat menjadi tempat verifikasi akun SPMB.
”Tidak hanya di SMA 1 Kudus, meski nanti tujuan mereka di SMA 1 Kudus tapi verifiksasi tidak harus di sini, di SMA terdekat bisa, misal orang Jekulo dapat verifikasi di SMA N Jekulo. Ini juga akan mengurai antrean panjang,” pungkasnya.
Murianews, Kudus – Proses verifikasi akun guna pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Kudus dikeluhkan oleh wali murid. Itu terjadi lantaran proses verifikasi akun dinilai lamban.
Salah seorang wali murid, Dhini Rama Dhina menyebutkan, sudah dua hari ini ia mengantre untuk melakukan verifikasi akun.
”Sudah dua hari ini, kemarin datang pukul 10.00 WIB tapi tak lama setelah itu disuruh balik karena sudah penuh. Lalu, hari ini saya datang lagi pukul 08.00 WIB tapi hingga saat ini (sekitar pukul 11.30) belum juga dipanggil,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, sekolah harusnya melakukan antisipasi terhadap membludaknya proses verifikasi ini. Salah satunya dengan memberlakukan sekema pembatasan pendaftaran verifikasi untuk meminimalisir antrean memanjang.
Dengan demikian, siswa maupun wali mengetahui apakah bisa dilayani pada hari tersebut atau tidak. Jadinya mereka tidak bingung dan menunggu lama untuk proses verifikasi akun.
”Mungkin bisa dibuka pendaftaran untuk berapa siswa setiap harinya secara online. Kita tahu nomor berapa dan harus datang jam berapa. Kita tahu pasti bisa dilayani, sehingga tidak mengantre lama. Takutnya kalau sudah mengantre lama tapi tahu-tahu malah tidak bisa dilayani karena waktunya selesai,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala SMA 1 Kudus, Nur Afifuddin menyatakan, memang terdapat antrean panjang di SMA 1 Kudus ihwal verifikasi akun. Pihaknya memahami keluhan wali murid yang menunggu lama.
Setiap harinya di SMA 1 Kudus itu ada 200 calon siswa baru yang melakukan verifikasi akun, sedangkan verifikator hanya delapan dan dibuka dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Hanya Lima Menit...
Secara teknis, proses verifikasi hanya memakan waktu sekitar lima menit jika tanpa kendala. Namun, sejauh ini, banyak murid yang tidak membawa berkas secara lengkap sehingga harus mengulangi proses verifikasi.
”Itu memakan waktu lama, berkasnya kurang lengkap harus melengkapi ulang, alamatnya salah, titik koordinatnya tidak tepat, itu harus dilengkapi,” jelasnya.
Selain itu, kendala jaringan dan server verifikasi menjadi masalah tersendiri yang bisa tiba-tiba muncul.
Afif mengimbau kepada seluruh siswa maupun orang tua wali agar memperhatikan berkas-berkas yang dibutuhkan selama proses verifikasi. Kelengkapan berkas sangat penting guna menunjang lancarnya proses tersebut.
Tak hanya itu, ia menegaskan, proses verifikasi akun tidak melulu harus dilakukan di sekolah yang ingin dituju. Seluruh sekolah negeri dapat menjadi tempat verifikasi akun SPMB.
”Tidak hanya di SMA 1 Kudus, meski nanti tujuan mereka di SMA 1 Kudus tapi verifiksasi tidak harus di sini, di SMA terdekat bisa, misal orang Jekulo dapat verifikasi di SMA N Jekulo. Ini juga akan mengurai antrean panjang,” pungkasnya.
Editor: Supriyadi