SPMB di SMA Negeri 1 Kudus Dikeluhkan Murid, Kepsek Buka Suara
Muhamad Fatkhul Huda
Sabtu, 6 Juni 2026 16:27:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Negeri 1 Kudus dikeluhkan wali murid karena lamban. Hal ini memaksa para siswa dan orang tua menunggu lama.
Plt Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Nur Afifuddin menyebutkan, lambannya proses verifikasi akun SPMB di SMA Negeri 1 Kudus dikarenakan banyaknya siswa yang mengantre. Dalam satu hari, sekolah beken di Kudus itu bisa melayani hingga 200 siswa.
”Karena memang banyak, kita bisa melayani 200 an siswa setiap hari. Padahal server buka itu pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB setiap harinya,” ungkapnya, Sabtu (6/6/2026).
Selain itu, pihaknya menyebutkan hanya terdapat delapan verifikator di sekolahnya. Normalnya, setiap verifikasi hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima menit.
Namun karena muncul beberapa persoalan, proses tersebut malah memakan waktu yang lebih lama lagi. Masalah yang sering terjadi yakni kelengkapan data peserta verifikasi.
”Datanya kurang lengkap, namanya salah, alamatnya keliru, titik koordinatnya belum tepat. Karena itu saat proses verifikasi mereka sering keluar dulu untuk mencari kelengkapan datanya. Tentu ini memakan waktu lebih,” jelasnya.
Belum lagi, katanya, masalah jaringan dan server yang berpotensi tumbang di tengah proses verifikasi. Banyaknya aktivitas membuat server lemot sehingga penyelesaian satu tahapan tersebut molor.
Karena itu, pihaknya menyediakan nomor urut yang bisa diambil oleh siswa maupun wali murid yang ingin melakukan verifikasi akun. Nomor urut itu dapat menjadi pedoman atau prediksi kapan mereka akan masuk ke ruangan.
”Mereka datang ambil nomor urut, jadi bisa diprediksi mereka akan masuk ruangan kapan. Selama menunggu bisa ditinggal dulu, kalau sudah waktunya kembali lagi,” ujarnya.
Memperlancar...
- 1
- 2



