Mahasiswa UMK Sulap Batik Pesisir Muria Jadi Produk Fesyen Multiguna
Muhamad Fatkhul Huda
Kamis, 23 Juli 2026 23:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) menghadirkan inovasi fesyen multifungsi yang memadukan Batik Pesisir Muria dengan denim.
Melalui brand Wiguna, tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UMK mengembangkan produk yang tidak hanya mengusung identitas budaya lokal, tetapi juga menerapkan konsep ramah lingkungan (zero waste).
Inovasi tersebut diwujudkan dalam berbagai produk multifungsi, seperti Totevest 2 in 1 yang dapat diubah dari tote bag menjadi rompi, Topi 3 in 1 yang bisa digunakan sebagai topi, sling bag, maupun obi belt.
Selain itu, sisa material produksi dimanfaatkan menjadi bag charm sehingga limbah kain memiliki nilai tambah.
Ketua Tim Wiguna, Nurul Dian Safitri, mengatakan produk tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan fesyen yang praktis tanpa meninggalkan nilai estetika maupun identitas budaya daerah.
Even Car Free Day menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk mengenalkan produk fesyen Batik Pesisir Muria tersebut.
Di sana, mereka tak hanya mengenalkan keunikan produk-produk Wiguna, namun juga menampung beragam masukan guna pengembangan produk ke depan.
”Alhamdulillah, delapan pengunjung langsung melakukan pre-order setelah mencoba produk kami. Hal ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus berinovasi,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).
Respons Positif
Menurut Dian, perpaduan denim dengan Batik Pesisir Muria menjadi pembeda utama Wiguna dibanding produk fesyen sejenis.
Melalui pendekatan itu, tim ingin memperkenalkan kekayaan budaya lokal dalam balutan desain yang lebih modern dan fungsional.
Di sisi lain, pemanfaatan limbah produksi menjadi aksesori juga menjadi wujud komitmen Wiguna terhadap prinsip keberlanjutan. Konsep zero waste diharapkan mampu mengurangi sisa material sekaligus menghasilkan produk baru yang memiliki nilai ekonomis.
Produk Wiguna mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memperoleh berbagai masukan untuk pengembangan produk, tim juga berhasil membukukan delapan pre-order, yang menjadi indikasi tingginya minat terhadap fesyen multifungsi berbasis budaya lokal.
”Ke depan, Tim Wiguna akan memperluas jangkauan pemasaran melalui pameran, bazar, media digital, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra sebagai bagian dari pengembangan usaha yang didukung Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UMK,” pungkasnya.
Editor: Zulkifli Fahmi



