Kebakaran Gudang Spare Part Kudus, Kerugian Tembus Rp 1,5 M
Muhamad Fatkhul Huda
Senin, 27 Juli 2026 14:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus - Insiden kebakaran melanda sebuah gudang spare part di Desa Jepang Pakis RT 4 RW 2 , Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Senin (27/7/2026). Peristiwa naas itu menimbulkan kerugian besar yang ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar.
Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo menyatakan, kejadian bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika karyawan masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Salah satu karyawan berusaha menyalakan blower dengan cara menekan stop kontaknya.
”Ketika menekan stop kontak, tiba-tiba muncul percikan api, lalu api itu dengan cepat membesar hingga membakar bahan-bahan yang berada di sekitar blower,” terangnya, Senin (27/7/2026).
Melihat api itu, karyawan berupaya memadamkan dengan peralatan sederhana. Namun, gudang yang berisi material berbahan mudah terbakar itu membuat api sulit dipadamkan.
Kemudian, kejadian itu dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran agar segera ditindaklanjuti. Tak berselang lama, pemadam tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman secara menyeluruh.
”Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.45 WIB oleh Damkar, polisi, BPBD, serta bantuan dari warga sekitar,” jelasnya.
Korban Jiwa...
AKP Hadi menyebutkan, tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut. Hanya saja kerugian matriil diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.
Materiil yang terbakar itu berupa 10.000 unit spare part dari berbagai merek. Serta satu unit blower, satu unit kompresor, dan bangunan seluas 20x20 meter ikut dilumat si jago merah.
Dugaan awal penyebab kebakaran yang menelan kerugian hingga miliaran rupiah itu karena korsleting atau arus pendek aliran listrik.
Editor: Supriyadi



