Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Awal Sura dalam penanggalan Jawa bertepatan pada 30 Juli 2022. Sebagai bulan yang dipercaya sebagai bulan sakral, banyak ritual dan tradisi Suronan dilakukan.

Ritual-ritual itu diwujudkan sebagai bentuk doa dan memohon pada Tuhan yang maha esa agar terhindar dari mara bahaya.

Baca: Kirab Malam 1 Sura Keraton Solo Dimungkinkan Tak Diikuti Kebo Bule

Di Kabupaten Blora, juga terdapat sejumlah ritual atau tradisi yang masih dilestarikan warganya. Di rangkum dari Bloranews.com, berikut data tradisi suronan di Kabupaten Blora.

Tirakat Dhedher dan Ngrowot Sedulur Sikep

Tirakat ini biasa dilakukan kaum sedulur sikep samin Karangpace Klopoduwur, Banjarejo saat Sura. Setiap warga yang sudah dewasa bahkan ditekankan minimal menjalani ritual itu setidaknya sekali seumur hidup.

Ritual ini dilakukan dengan tidak duduk atau menyandarkan bahu selama semalam suntuk. Laku dhedher dimulai pada saat tenggelamnya matahari sampai terbit matahari.

Sedangkan laku Ngrowot adalah mengkhususkan diri untuk hanya memakan pala pendhem (umbi-umbian). Kedua laku ini dimaksudkan untuk menebus perjuangan kedua orang tua di masa kecil.

Lamporan Suronan

Tradisi ini merupakan ritual arak-arakan mengelilingi kampung diterangi obor. Iring-iringan terdiri atas pemeran Cah Angon (anak gembala) dengan Pecutnya (cemeti), Gendruwon (personifikasi dari Gendruwo/makhluk halus) dan Barongan. Tradisi ini biasanya dilakukan warga Kunden, Blora saat Sura.Ritual Bucu KenditBucu Kendit merupakan ritual selametan turun temurun dari leluhur Jawa. Ritual dilakukan warga Desa Janjang, Kecamatan Jiken pada malam satu sura selepas Sholat Magrib.Tradisi itu dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin sesepuh desa. Kemudian diteruskan bancaan dan tukar ambeng atau makanan pada sesama warga. Kegiatan ditutup dengan makan bersama-sama.Haul WaliyullahSepintas, ritual ini dianggap biasa lantaran hampir semua daerah di Nusantara melakoninya. Namun yang membuat menarik ialah, banyak makam ulama di Blora yang haul tepat saat Sura.Di antaranya, Haul Syekh Kenthiri Kawengan-Jepon, Haul Syekh Abdul Qohar Ngampelgading-Blora, Haul Syekh Abdurrohim-Blora, serta Haul Syeh Abdulloh Faqih-Plumbon. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli FahmiSumber: Bloranews.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler