Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Acara sunatan masal itu sendiri diselenggarakan oleh klinik swasta di Kecamatan Cerenti sebagai rangkaian acara tasyakuran klinik tersebut. Acara itu pun dilakukan pada Minggu (18/12/2022) lalu.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Kuansing Aswandi. Dia mengatakan, saat disunat, kepala penis anak tersebut malah ikut terpotong.

Baca: Ini Risiko Melakukan Sunat saat Usia Dewasa yang Penting Diketahui Orang Tua

”Iya benar. Kejadiannya di Kuansing hari Minggu,” ujar Aswendi, dikutip dari Merdeka.com, Selasa (20/12/2022).

Saat sunatan massal itu, anak tersebut didampingi oleh orang tuanya. Dia didaftarkan ikut sunatan massal empat hari sebelum pelaksanaan.

Sementara Perawat yang menanganinya merupakan tenaga kesehatan dari Puskesmas Batang Peranap.
Ketika penis korban terpotong, perawat yang menyunat langsung berkonsultasi dengan dokter. Lalu dokter melakukan pemeriksaan dan melihat kepala penis korban sudah putus.Baca: Mengenal Metode Sunat Cincin, Ini Kelebihan dan Kekurangannya”Selanjutnya dikonsultasikan ke dokter jaga UGD RSUD Telukkuantan dan disetujui dirujuk. Kepala penis yang terpotong juga dibawa saat pasien dirujuk,” tutupnya. Penulis: Cholis AnwarEditor: Cholis AnwarSumber: Merdeka.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler