Pengelola Pasar Plaza Cepu, Hartono mengatakan dibandingkan dengan yang lain, pasar yang dipimpinnya itu sudah tidak layak. Kesan modern pun sudah tak tampak di sana.
’’Dibanding dengan lain, ini tidak layak. Plaza kan kesannya modern,’’ ujarnya dikutip dari Detik.com, Selasa (10/1/2023).
Padahal lokasinya strategis karena berbatasan dengan Bojonegoro, Jawa Timur. Banyak warga Bojonegoro yang belanja ke pasar itu.
Baca: Diduga Edarkan Sabu di Blora, Tiga Pria DiamankanDijelaskan Hartono, pasar itu pernah direhabilitasi pada 2018 lalu. Namun, pembangunan saat itu hanya menyentuh bagian depannya saja. Itu pun sekadar dipermak.
’’1990 bangunan awal. Terakhir dibangun tahun 2018, cuma bagian depan aja. Itu pun rehab,’’ terangnya.
Ia menyebut, Plaza Cepu mulanya dibangun dan dikontrak PT Cindelaras selama 20 tahun. Setelah kontraknya selesai, plaza diserahkan ke Pemkab Blora.
Pasar Plaza Cepu ini luasnya 5.963 meter persegi. Di dalamnya terdapat 111 kios, 155 los, dan 243 dasaran. Total ada 509 pedagang, kebanyakan dari Bojonegoro, Jawa Timur.
Pasar Plaza Cepu ini luasnya 5.963 meter persegi. Di dalamnya terdapat 111 kios, 155 los, dan 243 dasaran. Total ada 509 pedagang, kebanyakan dari Bojonegoro, Jawa Timur.Menurut seorang pedagang, Tini, Plaza Cepu bakal dibangun. Pihak Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora telah meninjau pasar tersebut pada September 2022.’’Katanya mau dibangun setelah lebaran,’’ kata seorang pedagang, Tini.Namun pengelola Pasar Plaza Cepu belum tahu kapan rencana itu direalisasikan. ’’Kami belum tahu pasti mana saja yang akan dibangun,’’ ujar Hartono.Dia menjelaskan ada beberapa usulan pedagang, di antaranya adanya jalan melingkar, tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, dan los terbuka yang diberi sekat.’’Saat peninjauan kami cuma kasih masukan dari pedagang. Termasuk kantor biar dekat dengan pasar,’’ jelas Hartono. Penulis: Zulkifli FahmiEditor: Zulkifli Fahmi
Murianews, Blora – Kondisi Plaza Cepu Blora memprihatinkan dan jauh dari kata modern. Beberapa tembok di pasar yang dibangun sekitar 1990 itu sudah retak. Sejumlah plafonnya juga jebol.
Pengelola Pasar Plaza Cepu, Hartono mengatakan dibandingkan dengan yang lain, pasar yang dipimpinnya itu sudah tidak layak. Kesan modern pun sudah tak tampak di sana.
’’Dibanding dengan lain, ini tidak layak. Plaza kan kesannya modern,’’ ujarnya dikutip dari Detik.com, Selasa (10/1/2023).
Padahal lokasinya strategis karena berbatasan dengan Bojonegoro, Jawa Timur. Banyak warga Bojonegoro yang belanja ke pasar itu.
Baca: Diduga Edarkan Sabu di Blora, Tiga Pria Diamankan
Dijelaskan Hartono, pasar itu pernah direhabilitasi pada 2018 lalu. Namun, pembangunan saat itu hanya menyentuh bagian depannya saja. Itu pun sekadar dipermak.
’’1990 bangunan awal. Terakhir dibangun tahun 2018, cuma bagian depan aja. Itu pun rehab,’’ terangnya.
Ia menyebut, Plaza Cepu mulanya dibangun dan dikontrak PT Cindelaras selama 20 tahun. Setelah kontraknya selesai, plaza diserahkan ke Pemkab Blora.
Pasar Plaza Cepu ini luasnya 5.963 meter persegi. Di dalamnya terdapat 111 kios, 155 los, dan 243 dasaran. Total ada 509 pedagang, kebanyakan dari Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurut seorang pedagang, Tini, Plaza Cepu bakal dibangun. Pihak Kementerian Perdagangan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora telah meninjau pasar tersebut pada September 2022.
’’Katanya mau dibangun setelah lebaran,’’ kata seorang pedagang, Tini.
Namun pengelola Pasar Plaza Cepu belum tahu kapan rencana itu direalisasikan. ’’Kami belum tahu pasti mana saja yang akan dibangun,’’ ujar Hartono.
Dia menjelaskan ada beberapa usulan pedagang, di antaranya adanya jalan melingkar, tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, dan los terbuka yang diberi sekat.
’’Saat peninjauan kami cuma kasih masukan dari pedagang. Termasuk kantor biar dekat dengan pasar,’’ jelas Hartono.
Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi