Berawal Dari Hobi, Gadis Asal Pati Ini Sukses Jadi Wirausahawan Muda
Murianews
Sabtu, 12 Juli 2025 20:57:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Pati – Namanya adalah Talia Kharisma Putri, gadis berusia 21 asal Dukuh Ngembes RT 01 RW 14, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia sukses menjadi wirausahawan muda berkat hobinya merangkai dan membuat buket bunga.
Nama usahanya adalah bee.shop. dari satu usaha tersebut, Talia mampu meraih omset tinggi dengan jumlah pesanan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Usaha bee.shop sendiri ia dirikan pada tahun 2022 silam. Semenjak saat itu, bisnis ini terus ia kembangkan dengan produk yang semakin bervariasi.
Produk yang ditawarkan antara lain buket bunga, hampers, gift box, perlengkapan ulang tahun, single rose, flower cake book, aneka paperbag, hingga piala wisuda. Semua produk ini dibuat secara kreatif dan menarik minat banyak pelanggan, terutama saat momen-momen spesial.
Talia mengatakan bahwa ide membuka usaha ini berawal dari hobi dan peluang yang ia lihat di lingkungan sekitarnya.
”Dulu saya kuliah, dan saya lihat di Desa Gembong belum ada yang jual bouqet. Dari situ saya mulai tertarik, karena peluangnya besar,” ujarnya.
Promosi produk dilakukan melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram. Salah satu konten yang pernah ia buat sempat viral, dan sejak itu ia terus rutin mengunggah konten untuk menarik pelanggan.
Pembuatan bouqet ia pelajari secara otodidak. Meski begitu, ia tetap mendapat dukungan penuh dari keluarganya, terutama sang ibu yang kini ikut membantunya membuat buket.
”Belum pernah ada yang mengajari. Semua saya pelajari sendiri,” kata Talia.
Dalam sehari, Talia mampu membuat hingga 60 bouqet sendiri dengan bantuan ibunya. Ia belum merekrut karyawan karena ingin menjaga kualitas dan konsistensi bentuk dari setiap produk yang dibuat.
Namun, saat momen tertentu seperti Hari Ibu, Hari Guru, wisuda, hingga Valentine, penjualan melonjak drastis hingga ratusan buket per bulan.
Harga bervariasi...
- 1
- 2



