Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Kudus – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh santriyah dari Kota Kretek. Tim Santriyah dari MTs Yanbu’ul Qur’an 2 Muria berhasil meraih Medali Perak dalam ajang kompetisi riset bergengsi, Olimpiade Madrasah Ilmiah Riset dan Inovasi Siswa (OMI RISET).

Tim tersebut berisi Alayya Parameswari Solla, Maida Austin, Kama Lu’lu’, mereka sangat senang karena riset yang dilakukan berhasil memboyong medali perak pada ajang OMI RISET Nasional tahun ini.

Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga membuktikan kualitas santri dalam mengembangkan penelitian dan inovasi ilmiah di kancah nasional. (13/11/2025)

Dalam ajang tersebut tim santriyah mengangkat judul penelitian “Cohaz, inovasi android untuk deteksi halal dan gizi untuk cegah obesitas pada santri,”Judul ini dipilih karena biasanya santri di pondok kurang selektif dalam memilih makanan.

”Mereka cenderung malas untuk membaca kandungan gizi yang ada di pondok. Jadi kami membuat aplikasi yang bisa menyederhanakan kandungan gizi dan halal,” jelas Alayya, salah satu tim riset.

Lanjut, dia menjelaskan aplikasi ini dirancang dengan menu saran pakar sehingga dapat memberikan saran menu bergizi bagi santri.

Sementara itu, Maida Austin yang juga menjadi salah satu tim mengaku untuk persiapan yang dilakukan mulai dari mencari ide, merumuskan masalah dan langkah solusi konkrit sekitar 2 bulan. Seemntara untuk penelitiannya sendiri membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.

“Terima kasih kami haturkan kepada Abah KH. Nur Khamim, Ustadz Ahmad Zainuri, atas supportnya. Kami juga menghaturkan ustadzah Mumpuni Sumiwi Rahayu, ustadzah Mushowwifah, ustadzah Uswatun Hidayah, serta keluarga besar Pondok Tahfidh Putri Yanbu'ul Qur'an 2 Muria yang sudah setia mendampingi hingga seperti sekarang ini,” katanya dengan wajah penuh ceria

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler