Gerhana Bulan Total Ramadan Diamati di Kudus, Terakhir Terjadi 1938
Murianews
Selasa, 3 Maret 2026 18:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Fenomena gerhana bulan total yang bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H diamati melalui sarasehan dan observasi bersama di Gedung Serba Guna (GSG) Ma’had Aly TBS Kudus, Selasa (3/3/2026) sore.
Momentum ini dinilai istimewa karena gerhana bulan total di bulan Ramadan tergolong jarang terjadi.
”Gerhana bulan total di bulan Ramadan terakhir terjadi pada 8 November 1938 dan baru akan terulang lagi pada 7 Juli 2047 mendatang,” kata Ketua Panitia Sarasehan Gerhana Bulan 2026, Salim.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai penguatan karakter falakiyah di lingkungan Ma’had Aly yang memiliki basis keilmuan astronomi Islam. Selain sarasehan, panitia juga menggelar observasi langsung dan menyiarkan secara live agar bisa disaksikan masyarakat luas.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Shony Wardana, Sekda Kudus Reflyanto Subekti, Kabag Kesra, serta sejumlah tokoh dan pegiat falakiyah Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Shony Wardana menjelaskan, gerhana terjadi karena posisi matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya matahari yang menuju bulan tertutup oleh bumi.
Ia menegaskan fenomena tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah dan merupakan tanda kebesaran Allah SWT.
”Ketika terjadi gerhana, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan salat gerhana, memperbanyak doa, zikir dan sedekah,” katanya.

Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana, saat memberikan sambutan di Sarasehan Gerhana Bulan Total di Mahad Aly TBS Kudus, Selasa (3/3/2026) sore. (Murianews/Wiwid Widia Yulhendrik)
Ratusan Perserta dari Berbagai Daerah...
- 1
- 2



