Indahnya Toleransi di Kudus, 3 Gereja jadi Rest Area Pemudik Lebaran
Murianews
Jumat, 20 Maret 2026 09:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, toleransi bukan lagi hanya digaungkan secara lisan saja. Lebih dari itu, tiap harinya, toleransi di Kudus terus beriringan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Tak peduli dalam kondisi yang bagaimana, toleransi di Kudus bak napas yang terus berhembus di tengah riuhnya kabupaten berlabel Kota Kretek tersebut.
Salah satunya saat momen Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 ini. Di mana tiga gereja di Kudus menjadi rest area atau Lokasi singgah pemudik lebaran guna melepas penat dan lelah.
Tiga gereja yang juga difungsikan sebagai tempat singgah pemudik yakni Gereja Katolik St. Yohanes Evangelista, GKMI Jekulo, dan Gereja Bukit Sion Dersalam.
”Kami menyediakan 18 masjid ramah pemudik dan tiga gereja. Semuanya bisa dimanfaatkan untuk beristirahat,” ujar Kepala Kemenag Kudus, Shony Wardana saat meninjau Masjid Al Munawwarah Jekulo, Kamis (19/3/2026).
Sejumlah masjid utama yang disiapkan ada enam, di antaranya Masjid Al-Mabrur Tanggul Angin, Masjid Air Berkah Aqualux Lingkar Mejobo, Masjid Al-Munawaroh Jekulo, Masjid Agung Kudus, Masjid Al-Athos Rendeng, dan Masjid Al-Athos Jetak Kaliwungu.
Dibuka 24 jam...
- 1
- 2



