Di Tengah Kirab Kupatan, Warga Purworejo Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Murianews
Sabtu, 28 Maret 2026 21:09:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Layanan cek kesehatan gratis menjadi salah satu perhatian dalam perayaan Kirab Kupatan Syawalan di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus. Sebanyak 85 warga memanfaatkan fasilitas tersebut di tengah ramainya tradisi kupatan.
”Kehadiran layanan cek kesehatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh, khususnya saat mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang,” kata Dokter dari Puskesmas Bae, Yemima, Sabtu (28/3/2026).
Pemeriksaan di cek Kesehatan gratis yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, hingga asam urat. Warga tampak antusias memanfaatkan layanan tersebut, terutama di sela-sela rangkaian acara kirab dan prosesi doa di Sendang Jodo.
Bidan Puskesmas Bae, Lilik menambahkan, pihaknya menurunkan 5 personel dalam kegiatan tersebut. Selain itu, pelayanan cek kesehatan gratis tersebut rutin digelar setiap perayaan kirab Kupatan di Desa Purworejo.
”Setiap tahun kami hadir melayani masyarakat secara gratis. Untuk lebaran tahun ini, ada 5 personel yang kami libatkan,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan cek kesehatan gratis ini juga menjadi momen bagi warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini. Sehingga mereka bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi kesehatan masing-masing.
Kapolsek Bae IPTU Madiyono menambahkan, keterlibatan tenaga kesehatan dalam kegiatan masyarakat menjadi hal penting. Terutama dalam acara yang berpotensi menghadirkan kerumunan.
”Setiap ada kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat, kami selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk memberikan pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Purworejo, Noor Chamid menilai kehadiran layanan cek kesehatan ini melengkapi rangkaian tradisi yang tidak hanya menjaga budaya. Tetapi juga memperhatikan kesejahteraan warga.
Dengan adanya layanan cek kesehatan tersebut, diharapkan masyarakat tidak hanya menikmati kemeriahan tradisi. Tetapi juga tetap memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.
Reporter: Wiwid Widia Yulhendrik
Editor: Budi Santoso



