Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, KudusPsikolog UMK, Dr Trubus Raharjo menekankan pentingnya pentingnya pola asuh orang tua sebagai kunci agar mental anak tetap sehat.

Menurutnya, saat ini anak yang terlalu banyak mengakses media sosial cenderung mengurangi interaksi dunia nyata.

”Mereka lebih banyak berinteraksi di dunia maya, bahkan dengan orang yang tidak dikenal. Ini bisa menimbulkan kecanduan HP, game online, dan dampak psikologis lain,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Ia menekankan orang tua harus tegas namun komunikatif. Anak boleh mengakses media sosial, asalkan dalam koridor aman dan diawasi.

”Bahasa membatasi bukan mengekang. Orang tua perlu edukasi agar bisa mendampingi anak dan mengarahkan aktivitas digital mereka,” katanya.

Trubus pun menyarankan pembatasan konten sesuai usia ana. Pada anak di bawah 7 tahun idealnya hanya mengakses konten edukatif anak-anak, sedangkan usia 7–12 tahun tetap diperbolehkan dengan pendampingan.

”Mulai SMP hingga SMA, edukasi digital tetap harus diberikan agar anak selektif dalam mengakses media sosial,” tambah Dekan Fakultas Psikologi UMK itu.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler