Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Makkah – Belanja aneka kebutuhan hingga oleh-oleh menjadi sarana healing jemaah haji asal Indonesia saat ini. Tak termasuk jemaah asal Kabupaten Kudus yang tergabung di kloter SOC 44.

Wajar saja, secara umum jemaah haji saat ini telah mengurangi aktivitas fisik seperti umroh sunnah dalam rangka persiapan puncak Haji di Armuzna (Arofah, Muzdalifah, dan Mina).

Jemaah haji Kudus kini lebih banyak beraktivitas di dalam hotel. Mereka, terutama jemaah lansia, lebih memilih menunakan ibadah wajib seperti sholat lima waktu di masjid hotel.

Namun, tak sedikit juga jemaah haji yang jenuh karena sehari-hari hanya beraktivitas di dalam hotel. Agar jamaah tetap semangat menyongsong puncak haji, jemaah di kloter SOC 44 bersama-sama mendatangi Pasar Kakiyyah Mekah untuk berbelanja.

Sholikun (57), salah seorang jemaah haji asal Kudus mengatakan, kegiatan belanja ini menjadi hiburan tersendiri bagi jemaah, terutama ibu-ibu.

”Karena ada imbauan agar jemaah tidak banyak beraktivitas di luar hotel terutama pada siang hari, waktu berbelanja juga kami batasi maksimal 2 jam,” katanya.

Berbelanja... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News