Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Bupati Blora Arief Rohman dan Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono siap mengawal rencana pembangunan Bendung Gerak dan infrastruktur di perbatasan lainnya.

Itu tersungkap saat Arief Rohman hadir dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Ngawi untuk memenuhi undangan koordinasi langsung dengan Bupati Ngawi, Selasa (15/3/2022).

“Kami ingin bangun sinergitas antardaerah untuk membangun kawasan (perbatasan, red),” ucap Bupati Arief.

Rencana pembangunan Bendung Gerak Karangnongko menjadi salah satu yang dibicarakan dalam diskusi tersebut. Bendung itu nantinya membendung Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan, Blora.

“Meskipun bendungannya di perbatasan Blora dan Bojonegoro, tapi airnya bisa memenuhi kebutuhan industri di Ngawi. Sedangkan Blora bisa untuk membantu irigasi pertanian, pariwisata, dan pemenuhan air bersih,” tutur Bupati Arief.

Baca juga: Bupati Blora Apresiasi Dukungan PR Sukun di Kejurda Pencak Silat Pagar Nusa

Selain Bendung Gerak, dipertemuan itu juga membahas usulan pembangunan Jalan Blora-Ngawi via Randublatung-Getas-Banjarrejo-Sonde. Jalan itu disebut bakal menjadi akses strategis Blora ke Ngawi.

“Kita ingin ke depan ada pembangunan dari pihak Ngawi juga menuju perbatasan Blora, begitu juga sebaliknya dari pihak Blora. Nantinya akses ini lebih efektif untuk menuju akses Tol Ngawi,” ujarnya.
“Kita ingin ke depan ada pembangunan dari pihak Ngawi juga menuju perbatasan Blora, begitu juga sebaliknya dari pihak Blora. Nantinya akses ini lebih efektif untuk menuju akses Tol Ngawi,” ujarnya.“Jadi nanti dari Blora tidak harus berputar ke Cepu - Padangan. Kita juga upayakan agar dapat bantuan dari Pusat,” imbuhnya.Selain itu, Arief juga meminta dukungan pengembangan peternakan sapi terpadu hulu - hilir di Desa Megeri, Kecamatan Kradenan. Lokasinya masuk kawasan KHDTK Getas Ngandong yang dikelola UGM Yogyakarta di perbatasan Blora-Ngawi.“Jadi Megeri ini wilayah Blora, dari Blora waktu tempuhnya dua jam, namun dari Alun-alun Ngawi cukup lima belas menit. Mohon doa nya semoga Pemkab Blora dan Ngawi bisa sinergi untuk maju bersama,” pungkas Bupati Arief.Sementara itu, Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono mengatakan, komitmen bersama itu diharapkan bisa terwujud. Sebab, itu akan menopang perekonomian bagi dua kabupaten.“Pola sinergi seperti ini yang kemudian ingin kami sinkronkan untuk dikomunikasikan lebih lanjut sehingga percepatan bisa kita lakukan bersama,” pungkas Bupati Ngawi. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler