MURIANEWS, Blora - Lima rumah warga Dukuh Sasak, RT 4 RW 2, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten
Blora terancam roboh dan membahayakan penghuninya.
Rumah-rumah yang terancam ambruk itu milik M. Amin, Indrawar, Roslan, Sujito, dan Husein. Kelima rumah yang terancam ambruk itu berada di bantaran
Sungai Lusi.
Diduga, fondasi bangunan itu terkikis arus Sungai Lusi. Akibatnya lantai rumah sampai ambles dan pecah-pecah hingga rawan longsor.
Baca juga: Banjiri Sawah, Tanggul Jebol di Sungai Lusi Grobogan Ditutup"Kami khawatir jika rumah sewaktu-waktu ambruk, tanah mulai ambles," kata Muhammad Amin, salah satu penghuni rumah yang terancam longsor, jumat (08/04/2022).
Pihaknya berharap, pemerintah segera menanggul sungai agar longsor tak semakin meluas.
Sementara itu, Kepala Desa Buluroto, Margono mengaku, peristiwa yang terjadi itu bukan yang pertama. Namun kondisi yang saat ini lebih mengkhawatirkan.
“Dulu, tahun 2017 juga pernah terjadi longsor. Namun kondisinya longsor kali ini lebih mengkhawatirkan,” ucap Margono.
“Setiap Murenbang, kami selalu mengusulkan dan memasukkan lokasi ini agar dibangun penahan agar tanah tidak longsor,” lanjut Margono.
“Setiap Murenbang, kami selalu mengusulkan dan memasukkan lokasi ini agar dibangun penahan agar tanah tidak longsor,” lanjut Margono.Bahkan, lanjut Margono, sudah pernah dilakukan sosialisasi terkait pembangunan di daerah aliran sungai (DAS) Lusi dari kementrian PUPR.“Mungkin karena pandemi Covid 19, hingga sekarang belum terialisasi. Dan kami berharap pihak terkait segera membuatkan penahan agar tanah tidak kembali longsing akibat tergerus air hujan,” harap Margono.Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Wilayah I, Surat, mengungkapkan melihat kondisi tanah sudah terlihat stabil dan perlu adanya bangunan penahan agar tidak kembali longsor.“Jika melihat kondisi tanah sudah stabil. Memang perlu adanya penahan agar tanah tidak kembali longsor akibat tergerus air hujan,” jelas Surat.Saat di lokasi, Surat juga sudah melakukan komunikasi melalui sambungan seluler dengan pihak BBWS Pemali Juana dan diinformasikan lokasi tersebut sudah masuk dalam draf pembangunan di tahun anggaran 2023.“Kami sudah melakukan koordinasi dengan BBWS Pemali Juana dan Alhamdulillah ini sudah masuk draf pembangunan di tahun anggaran 2023,” terang Surat. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi
[caption id="attachment_283326" align="alignleft" width="1280"]

Warga Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora menunjukan tanah dalam rumahnya yang ambles. (MURIANEWS/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora - Lima rumah warga Dukuh Sasak, RT 4 RW 2, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten
Blora terancam roboh dan membahayakan penghuninya.
Rumah-rumah yang terancam ambruk itu milik M. Amin, Indrawar, Roslan, Sujito, dan Husein. Kelima rumah yang terancam ambruk itu berada di bantaran
Sungai Lusi.
Diduga, fondasi bangunan itu terkikis arus Sungai Lusi. Akibatnya lantai rumah sampai ambles dan pecah-pecah hingga rawan longsor.
Baca juga: Banjiri Sawah, Tanggul Jebol di Sungai Lusi Grobogan Ditutup
"Kami khawatir jika rumah sewaktu-waktu ambruk, tanah mulai ambles," kata Muhammad Amin, salah satu penghuni rumah yang terancam longsor, jumat (08/04/2022).
Pihaknya berharap, pemerintah segera menanggul sungai agar longsor tak semakin meluas.
Sementara itu, Kepala Desa Buluroto, Margono mengaku, peristiwa yang terjadi itu bukan yang pertama. Namun kondisi yang saat ini lebih mengkhawatirkan.
“Dulu, tahun 2017 juga pernah terjadi longsor. Namun kondisinya longsor kali ini lebih mengkhawatirkan,” ucap Margono.
“Setiap Murenbang, kami selalu mengusulkan dan memasukkan lokasi ini agar dibangun penahan agar tanah tidak longsor,” lanjut Margono.
Bahkan, lanjut Margono, sudah pernah dilakukan sosialisasi terkait pembangunan di daerah aliran sungai (DAS) Lusi dari kementrian PUPR.
“Mungkin karena pandemi Covid 19, hingga sekarang belum terialisasi. Dan kami berharap pihak terkait segera membuatkan penahan agar tanah tidak kembali longsing akibat tergerus air hujan,” harap Margono.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Wilayah I, Surat, mengungkapkan melihat kondisi tanah sudah terlihat stabil dan perlu adanya bangunan penahan agar tidak kembali longsor.
“Jika melihat kondisi tanah sudah stabil. Memang perlu adanya penahan agar tanah tidak kembali longsor akibat tergerus air hujan,” jelas Surat.
Saat di lokasi, Surat juga sudah melakukan komunikasi melalui sambungan seluler dengan pihak BBWS Pemali Juana dan diinformasikan lokasi tersebut sudah masuk dalam draf pembangunan di tahun anggaran 2023.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan BBWS Pemali Juana dan Alhamdulillah ini sudah masuk draf pembangunan di tahun anggaran 2023,” terang Surat.
Kontributor Blora
Editor: Zulkifli Fahmi