Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Sepuluh ekor sapi di Kabupaten Blora, Jawa Tengah dinyatakan suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). Itu diungkapkan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Gundala Wejasena.

“10 ekor yang sudah diperiksa laboratorium ini berasal dari Dukuh Kedung Maling, Desa Kalisari, Kecamatan Randublatung dan Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen,” ucapnya jumat (27/5/2022).

Dijelaskan, penyebaran virus PMK tidak mengenal batas wilayah. Penularahnnya melalui udara dan bisa menyebar hingga 10 km.

Baca: Ada Penyakit Ternak Mewabah, DP4 Blora Klaim Sudah Berpengalaman

Guna mencegah penyebaran PMK, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membentuk satuan tugas (Satgas). Bahkan, pembentukannya hingga ke tingkat kecamatan.

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati dalam rapat koordinasi dengan perangkat daerah dan camat se- Blora, Jumat (27/5/2022), mengatakan, PMK telah menjangkiti sejumlah hewan ternak, khususnya di Blora.

Di kesempatan itu, ia meminta agar koordinasi dengan DP4 Blora terus dilakukan dalam melakukan upaya tindakan di lapangan.

“Anjuran dari Gubernur perlunya karantina juga harus dilakukan,” tandasnya.Satgas di kecamatan itu nantinya mempermudah koordinasi dengan pihak terkait guna mencegah PMK. Ia meminta juga ada ternak terjangkit PMK segera dilaporkan agar dapat ditentukan langkah selanjutnya.Selain membentuk Satgas, Pemkab Blora juga menutup pasar hewan di Kabupaten Blora untuk sementara waktu. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan penyekatan masuknya ternak dari daerah lain ke Blora.“Mulai pagi hari ini 27 Mei 2022 sampai dua minggu ke depan, ini harus kita lakukan agar PMK di Blora tidak meluas,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora Kiswoyo.“Hari ini kita sudah dilaksanakan penyekatan untuk hewan terutama sapi dari luar daerah yang masuk ke Blora di beberapa titik kerjasama dengan Polres untuk mengantisipasi penyebaran penyakit PMK di Blora,” imbuhnya. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler