Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Sebanyak 6317 pekerja honorer di Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai dipetakan dan divalidasi. Agenda itu dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Blora.

”Yang paling banyak di Dinas Pendidikan sebanyak 3645 orang, Dinas Kesehatan ada 836 orang, sisanya tersebar di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain,” ucap Kepala BKD Kabupaten Blora Heru Eko Wiyono, Rabu (29/6/2022).

Menurut Heru, satu per satu OPD akan dipanggil untuk memastikan kesesuaian data yang ada. Itu dimaksudkan agar database tidak hilang dan membuat honorer kehilangan pekerjaan.

Baca: HANI, Bupati Blora Terima Penghargaan dari BNN Jateng

”Kami mulai di-desk, selanjutnya masih akan dipetakan satu per satu. Pemetaan jumlah non-ASN cukup, terus kami kunci menjadi database,” jelasnya.

Saat ini, Pemkab Blora berupaya bersurat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB).

Surat itu sebagai upaya menambah pegawai bisa masuk alih daya. Atau skema lain berupa outsourcing. Sebab, saat ini hanya ada tiga kriteria, yakni petugas keamanan (satpam), tenaga kebersihan, dan pengemudi.”Kami sudah mengajukan surat ditambahi tenaga administrasi pelayanan dasar. Kami mengajukan surat ke Kemenpan RB. Kami menunggu regulasi dulu,” ungkapnya.Sementara itu, Ketua DPRD Blora M Dasum berharap pegawai non-ASN di daerah bisa diterima, karena masih dibutuhkan. Terkait rekomendasi, konsultasi yang ada belum membahasnya lebih detail. Apakah nanti akan outsourcing atau skema lain.”Mudah mudahan yang non-ASN masih bisa diterima,” ujarnya. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler