Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pemerintah setempat mendapatkan bantuan corporate social responsibility (CSR) dari lima perusahaan.

Kelima badan atau perusahaan itu adalah Bank BPD Jateng, Bank BPR BKK Blora, Bank Arta, PT Blora Patragas Hulu (BPH) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Blora.

”Dari tambahan CSR tersebut, dari perusahaan langsung ke masyarakat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Blora, Edy Widayat.

Baca: Pernikahan Anak Kerap Terjadi di Blora, Ternyata

Diungkapkannya, ada dua data terkait angka stuting di Kabupaten Blora. Dalam data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) adalah survey gizi secara nasional 2020, Kabupaten Blora ada di angka 21,5 persen.

Sementara, berdasarkan sistem elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) di Kabupaten Blora, pada Februari 2022 ada di angka 7,78 persen.

”E-PPGBM adalah kenyataan real hasil penimbangan serentak,” ungkapnya.

Edy mengatakan, ada sejumlah upaya yang dilakukan pihaknya. Dua di antaranya yakni, intervensi spesifik dan sensitif.

”Intervensi spesifik itu adalah intervensi yang dilakukan dinas-dinas atau CSR yang lain di luar dinas kesehatan. Kalau sensitif yang dilakukan dinas kesehatan,” jelasnya.Beberapa inovasi telah dilakukan guna mencegah dan menekan angka stunting. Harapannya, agar segera mencapai zero stunting di Kabupaten Blora.”Harapan kami, temen-temen perusahaan di Blora ikut peduli membantu permasalahan masyarakat Blora terutama stunting,” ujarnya.”Minimal adalah memberikan PMT atau pemberian makanan tambahan pada bayi, atau balita stunting selama lebih kurang 3-6 bulan. Kalau memungkinkan dari anggaran CSR,” sambungnya.Penanganan stunting di Kabupaten Blora sendiri, saat ini fokus di 24 kelurahan. Sebab, belum dda anggaran dari kelurahan untuk PMT.”Yang menjadi kendala kami adalah, kelurahan belum ada anggaran untuk PMT bayi balita stunting,” pungkasnya. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler