Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Seorang bocah sembilan tahun, asal Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, berinisial RS mengidap penyakit komplikasi yang cukup serius.

Ibunda RS, mengatakan penyakit yang diidap anaknya itu mulai diketahui sejak masih berusia tiga tahun. Tepatnya, saat ayah RS meninggal dunia.

Saat itu, ia memeriksakan anaknya karena sakit. Dokter pun memberitahukan hal yang membuat ibunda RS terkejut.

”Kata dokter sakit komplikasi, paru-paru pasti ada, terus B20. Saya kaget pak, bapaknya kan perantauan,” kata dia saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (3/8/2022).

Sebagai informasi, B20 adalah kelas penyakit HIV yang menghasilkan penyakit infeksi dan berparasit.

Baca: Temui Mendag, Bupati Blora Jajaki Potensi Ekspor

Sejak saat itu, pertumbuhan anaknya mulai melambat. Di usianya yang menginjak sembilan tahun, RS hanya memiliki berat badan sekitar 7,3 kilogram.

Berbagai upaya telah dilakukan keluarga, agar bocah tersebut dapat sehat dan normal seperti teman-teman sebayanya. Pengobatan di Blora, Semarang dan beberapa tempat lainnya juga telah dilakukan secara rutin.

”Berobatnya dikasih gratisan, kalau mobilnya rombongan dari rumah sakit, dan saat ini pakai mobil siaga milik desa,” terangnya.
”Berobatnya dikasih gratisan, kalau mobilnya rombongan dari rumah sakit, dan saat ini pakai mobil siaga milik desa,” terangnya.Dengan kondisi yang dialami, RS pun kesulitan berjalan. Ia juga terlihat lemah dan sedih.”Sekitar satu bulanan enggak bisa jalan. Kalau mau jalan ya dituntun, kalau untuk makan dan bicara ya bisa,” jelas dia.Dengan kondisi tersebut, sejumlah pihak juga sudah memberikan bantuan untuk kesembuhan putranya itu."Kalau dari desa selalu membantu, puskesmas juga, kemarin dari yayasan Solo, dari dinsos juga sudah. Harapannya ya bisa sehat kembali, bisa berjalan," harapnya.Diketahui, kasus yang dialami RS sempat menjadi perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @gerryprayudi.Unggahan itu, pun direspon Bupati Blora Arief Rohman yang memerintahkan dinas terkait. Dinas Kesehatan Provinsi Jateng juga merespon unggahan itu dengan segera menindaklanjuti kasus itu. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler