Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Blora – Seniman Blora, Sri Mulyanto menyulap limbah pelepah pisang menjadi sebuah karya. Warga Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu menyulap pelepah pisang itu jadi sketsa wajah.
Berbekal ketrampilan membuat sketsa wajah, Yanto sapaan Sri Mulyano menyulap pelepah pisang jadi bernilai ekonomis. Saat membuat karya, Yanto memanfaatkan pelepah pisang kering, lem, gunting, penggaris, dan pisau.
Dengan alat-alat itu, Yanto cukup telaten dan sabar merangkai sketsa wajah. Sejumlah wajah sudah ia buat sketsanya. Tentu dengan pelepah pisang.
Baca: Kembaran Bunga Sakura Bermekaran, Jalan Protokol di Blora Ini Mendadak Jadi Spot Foto
Bahkan, sketsa wajah sejumlah tokoh nasional dan ulama Indonesia pernah dibuatnya. Seperti, Presiden Soekarno, Presiden Abdurrahman Wahid, Presiden Jokowi, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Yanto memulai bisnisnya sejak 2012 lalu. Mulanya ia mengalami kecelakaan yang membuatnya tak bisa bergerak selama dua tahun.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Seniman Blora Sri Mulyanto saat membuat sketsa wajah dari pelepah pisang. (Murianews/Kontributor Blora)[/caption]
MURIANEWS, Blora – Seniman Blora, Sri Mulyanto menyulap limbah pelepah pisang menjadi sebuah karya. Warga Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah itu menyulap pelepah pisang itu jadi sketsa wajah.
Berbekal ketrampilan membuat sketsa wajah, Yanto sapaan Sri Mulyano menyulap pelepah pisang jadi bernilai ekonomis. Saat membuat karya, Yanto memanfaatkan pelepah pisang kering, lem, gunting, penggaris, dan pisau.
Dengan alat-alat itu, Yanto cukup telaten dan sabar merangkai sketsa wajah. Sejumlah wajah sudah ia buat sketsanya. Tentu dengan pelepah pisang.
Baca: