Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Sastro Surip, atau akrab disapa Mbah Sastro diyakini menjadi manusia tertua di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Berdasarkan kartu identitasnya, kakek itu lahir pada 1 Juli 1919 lalu.

Jika mengacu pada KTP-nya, berarti usia Mbah Sastro sudah 103 tahun. Namun begitu, ia mengaku usianya lebih dari itu. Ia menyebut sudah berusia 115 tahun lebih.

Dari pengakuannya, ia sudah remaja saat pembangunan Waduk Tempuran. Di ketahui, Waduk Tempuran mulai dibangun sekitar 1914 lalu.

”Dulu waktu pembangun waduk tempuran saya sudah lahir dan udah remaja,” ujarnya, Minggu (11/9/2022).

Baca: Keren! Seniman Blora Sulap Pelepah Pisang Jadi Sketsa Wajah

Meski usianya sudah kelewat seabad, warga desa Plantungan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora itu juga masih memiliki pendengaran cukup baik.

Ia juga masih kuat beraktivitas di rumah. Tak hanya itu, tutur bahasanya juga masih fasih saat diajak berkomunikasi.
Ia juga masih kuat beraktivitas di rumah. Tak hanya itu, tutur bahasanya juga masih fasih saat diajak berkomunikasi.Sementara itu, Kepala desa Plantungan Endang Susana, mengatakan Mbah Sastro merupakan warga Plantungan dan saat ini mempunyai usia yang di atas 100 tahun.”Untuk usia sesungguhnya mesti lebih dari itu. Karena, waktu Belanda buat waduk tempuran itu pada tahun 1914 beliaunya sudah membantu mencari rumput,"ungkapnya.Mbah Sastro Surip sendiri sebelumya memiliki lima orang istri. Namun, saat ini tinggal satu istri yang masih hidup dan memilih hidup bersama keponakan.Untuk kebutuhan sehari-hari Mbah Sastro melakukan aktivitas sendiri, seperti menggarap lahan pertanian, dan memasak buat makan. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler