Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Blora – Amin Istajib (52) tak menyangka. Keputusannya coba-coba membudidayakan jangkrik ternyata meraup cuan jutaan rupiah per bulannya.

Warga Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora itu mulai menggeluti ternak jangkrik pada akhir Juni 2020. Kala itu masih awal-awal Pandemi Covid-19.

Dengan memanfaatkan salah satu ruangan di rumahnya, seluas 6x6 meter, Amin membudidayakan jangkrik. Kebetulan, banyak teman yang juga beternak jangkrik.

”Awalnya hanya coba-coba, kebetulan di sini banyak teman yang juga berternak. Mereka meminta saya untuk coba beternak jangkrik,” kata Amin, rabu (5/10/2022).

Setelah banyak dorongan, akhirnya Amin terjun juga jadi peternak jangkrik. Ia kemudian mendatangkan telur jangkrim dari Jawa Timur.

Baca: Harga Jangkrik Pakan Burung di Pati Hancur, Pembudidaya Pilih Vakum

Telur-telur itu kemudian ditebarkan pada permukaan rak telur ayam. Kemudian diletakkan dalam kotak budidaya, berbahan kayu dan tripleks berukuran 2x3 meter persegi.

Ternyata, lanjut Amin, proses budidaya jangkrik tak susah. Meski demikian, butuh ketelatenan. Terutama, harus rutin memberi pakan berupa daun pisang kering, batang pohon pisang, serta sayuran lainnya.

”Tidak boleh telat diberi makan, karena jangkrik itu memiliki sifat kanibal, biasa saling memangsa,” ungkapnya.

Selain itu, selalu mewaspadai ancaman hama. Hama yang sering menyerbut yakni tikus dan tokek.”Kalau hama biasanya tikus sama tokek, makanya harus selalu dijaga, ditutup (kotak budidaya), baru disemprot-semprot anti hama, dikasih lem tikus dan diawasi selalu,” sambungnya.Masa panen pun tak lama. Setidaknya butuh waktu sekitar 30 hari sekali untuk bisa memanen jangkrik. Satu kotak budidaya, biasanya mampu menghasilkan 20 sampai 25 kilogram jangkrik.Jangkrik yang telah dipanen dijual seharga Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu rupiah per kilogramnya. Total, satu kotak budidaya, Amin dapat cuan sekitar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,8 juta.Kini dirinya mempunyai 10 kotak budidaya. Dalam satu bulan dirinya mengaku bisa mendapatkan untung bersih sebesar Rp 2,5 juta.”Prosesnya itu 30 hari sudah siap panen, makanya jarak panen diatur dalam sepuluh hari. Dalam sepuluh kotak bisa panen tiga kali secara bergantian. Total keuntungan bersih bisa Rp 2,5 juta,” jelasnya.Amin juga tak pusing memasarkan jangkrik hasil budidayanya. Sebab, sudah ada pembeli yang menanti untuk mengambil jangkrik hasil ternaknya. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler