Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka tersebar di Desa Sumber, Medalem, Mojorembun. Tiga Desa itu di Kecamatan Kradenan. Kemudian, empat desa di Kecamatan Kedungtuban, yakni Desa Pulo, Wado, Kemantren, dan Tanjung. Dan terakhir di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Bupati Blora Aried Rohman pun menginginkan Jargas di Kabupaten Blora diperluas lagi. Tak hanya di wilayah pedesaan, Jargas diharapkan bisa menyasar hingga perkotaan.

Pihaknya pun mendatangi Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk menyampaikan usulan itu. Ia barharap, Kabupaten Blora bisa seperti Prabumulih, Sumatera Selatan.

Baca: Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Pembacokan, 16 Orang di Blora Diamankan

Diketahui Prabumulih ditetapkan jadi Kota Gas Terbesar di Indonesia pada 2019 lalu. Di sana ada 41.668 rumah tangga yang telah teraliri Jargas.

’’Semoga ke depan Kementerian ESDM bersama Pertamina dan PGN bisa menambah luasan jargas Kabupaten Blora. Tidak hanya di pedesaan, mimpi kita bisa sampai perkotaan seperti Prabumulih,’’ kata Bupati Arief, Rabu (16/11/2022) saat dikonfirmasi.
’’Semoga ke depan Kementerian ESDM bersama Pertamina dan PGN bisa menambah luasan jargas Kabupaten Blora. Tidak hanya di pedesaan, mimpi kita bisa sampai perkotaan seperti Prabumulih,’’ kata Bupati Arief, Rabu (16/11/2022) saat dikonfirmasi.Dengan perluasan Jargas, Arief berharap makin banyak warga Blora yang bisa memanfaatkan gas tersebut untuk rumah tangga. Lebih lagi, sumber gas itu dari Blora Sendiri.’’Kami berharap program jargas di Blora bisa terus diperluas. Agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang lebih luas lagi. Apalagi sumber gasnya juga dari bumi Blora sendiri, yakni dari sumur PT Pertamina Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kradenan,’’ ujarnya.Menurut Arief, keberadaan kampung Jargas di Blora selama ini mampu mengubah desa miskin jadi mandiri dan bebas gas elpiji bersubsidi. Warga pun makin hemat dan terbantu. Sebab, harga Jargas hanya Rp 4.250 per meter kubik. Kontributor BloraEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler