Gas Deso, Tradisi Sedekah Bumi Blora yang Diikuti Ribuan Warga
Nathan
Rabu, 16 Agustus 2023 21:50:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Tradisi unik dan bersejarah, Gas Deso atau biasa disebut sedekah bumi, menghiasi suasana peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng). Ribuan warga Blora, dengan semangat kebersamaan, mengenakan pakaian adat Samin. Mereka berkumpul di sepanjang Jalan Pemuda pada Rabu,(16/8/2023).
Gas Deso biasanya menjadi ritual khas di tingkat desa atau kelurahan, namun kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengambil inisiatif untuk menggelarnya dalam skala yang lebih luas, yaitu tingkat kabupaten.
Bupati Blora, Arief Rohman menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada tradisi lokal sambil memperingati Hari Kemerdekaan.
”Ini simbol persatuan dan kesatuan. Gas Deso punya makna kebersamaan, kerukunan, saling memberi dan menerima dengan ikhlas dan riang gembira,” kata Bupati Arief Rohman.
Dalam acara ini, 5.731 peserta mengenakan pakaian adat Samin yang identik dengan baju serba hitam dan ikat kepala.
Mereka duduk bersila menyambut acara yang sarat nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan ini. Setiap peserta membawa sajian berkat dalam bentuk nasi berkat, jumlahnya mencapai 9.640 bungkus yang dibungkus dengan daun jati.
Partisipasi dalam Gas Deso Bumi Blora juga datang dari berbagai unsur, termasuk 369 dinas, instansi, lembaga, kecamatan, pemerintah desa/kelurahan, sekolah, serta tokoh dan masyarakat umum. Semua hadir dengan penuh semangat untuk memeriahkan acara ini, mengenakan pakaian adat dan membawa sajian berkat.
”Ini menandakan masyarakat Blora yang suka sedekah dan beramal. Sedekah bumi atau istilahnya gas deso tingkat kabupaten ini dalam rangka mensyukuri nikmat apa yang telah kita terima,”ucapnya.
Sebelum acara utama, dilakukan prosesi mengumpulkan air dan tanah dari 16 kecamatan dan 295 desa di Kabupaten Blora. Air dan tanah ini merupakan simbol persatuan dan kesatuan dalam rangka memajukan Kabupaten Blora.
Dengan doa yang dibacakan oleh tokoh agama sebagai pembuka, acara Gas Deso Bumi Blora pun diakhiri dengan pembagian makanan yang telah disajikan berbungkus daun jati. Semua peserta, dengan penuh semangat dan kebahagiaan, bersama-sama menikmati momen bersejarah ini.



