Kawasan Sendang di Tempellemahbang Blora Disulap Jadi Pasar Jadul
Nathan
Minggu, 24 September 2023 10:01:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Suasana Sendang Mahbang di Desa Tempellemahbang, Blora berbeda dari hari-hari biasanya. Kawasan Sendang tersebut disulap menjadi pasar tradisional dengan bertajuk Pasar Dewi Tembang.
Pasar Dewi Tembang seolah mengajak para pengunjung untuk kembali menikmati suasana tempo dulu atau jaddul. Selain ada beraneka macam kuliner, pemutaran film, dan dolanan tradisional di pasar ini, sejumlah lampu obor yang menyala terang hingga pementasan kesenian tradisional dan mimbar bebas untuk menuangkan kreativitas seni, membuat suasana menjadi semakin hangat.
Uniknya, di pasar ini nantinya pengunjung bisa menggunakan kupon kertas dengan stempel khusus untuk membeli aneka kuliner di pasar tersebut. Adapun pembelian kupon tersebut nantinya bisa dilakukan di pintu masuk Pasar Dewi Tembang.
Adapun pasar tersebut digelar sejak Jumat-Sabtu (22-24/9/2023), pukul 13.00 - 22.00 WIB, lalu Minggu (24/9/2023) pukul 07.00 - 14.00 WIB.
Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, mengapresiasi inovasi dan kreativitas Desa Wisata Tempellemahbang, Jepon. Adanya Pasar Dewi Tembang dengan suasana tradisional ini diharapkan menjadi perekat, guyub rukun, masyarakat dalam melestarikan budaya.
”Lewat berbagai kegiatan pertunjukan seni seperti pementasan barongan dolanan tradisional, aneka sajian kuliner tradisional di pasar saya yakin mampu menarik masyarakat untuk berkunjung dan mengenal desa ini,” jelasnya.
Tak hanya itu, Ia juga berharap adanya pasar yang digelar beberapa hari ini bisa menggerakan perekonomian masyarakat Desa Tempellemahbang dan sekitarnya. Tentunya agar menjadi ajang bangkitnya UMKM.
Menurutnya, Pasar Dewi Tembang yang mengusung tema Pasar Tanpa Sampah Plastik ini diharapkan dapat menggugah dan memotivasi untuk terus menjaga kelestarian alam.
”Kita bisa terlibat dengan ikut menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap, Pasar Dewi Tembang tersebut bisa menjadi pemicu agar sektor pariwisata di Desa Wisata Tempellemahbang bisa semakin maju.
”Semoga kegiatan Pasar Dewi Tembang ini bisa mendukung Desa Wisata Tempellemahbang untuk terus berkembang semakin maju. Tentunya Pemkab Blora bersama perangkat daerah terkait akan terus mendukung agar potensi sektor pariwisata semakin berkembang,” Pungkasnya
Kawasan Desa Wisata Tempellemahbang juga menyajikan beraneka macam paket wisata wisata alam, agrowisata, wisata kerjainan ukir kayu, maupun kesenian lokal.
Camat Jepon Bukhri menyambut baik gelaran Pasar Dewi Tembang yang mengusung konsep suasana tradisional pedesaan.
”Kami selaku forkopimcam sangat antusias bahwa Tempellemahbang ini bagian dari Kecamatan Jepon yang termasuk 5 desa yang sudah diakui desa wisatanya, termasuk juga Desa Bangsri,” paparnya.
Ia juga berkeinginan agar nantinya desa-desa wisata yang ada di Kecamatan Jepon bisa terus berkembang. Termasuk juga mendukung promosi paket-paket wisata yang ada.
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan setiap minggunya sehingga sektor wisata di Blora bisa semakin maju.
Editor: Dani Agus



