Kawasan Cepu Raya Matangkan Konsep Sebagai Kota Vokasi Energi
Nathan
Minggu, 12 November 2023 11:55:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggarap konsep pendirian Kawasan Cepu Raya sebagai Kota Vokasi Energi.
Dirjen Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, turun ke Blora untuk mematangkan konsep tersebut. Rapat yang dihadiri oleh Bupati Blora, H Arief Rahman di ruang Rektorat Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas menjadi panggung dimana konsep Cepu Raya diperbincangkan secara intensif.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Arief menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM.
”Kami menyambut baik dengan terus dimatangkannya konsep Cepu Raya. Saat rapat dengan Dirjen ada beberapa hal yang kami usulkan kepada pemerintah pusat,” ungkap Bupati Arief, Minggu (12/11/2023).
Pemkab Blora sepenuhnya mendukung konsep Cepu Raya yang diarahkan sebagai Kota Vokasi Energi. Dalam arahannya, Bupati Arief mengungkapkan Cepu Raya akan menjadi pusat pendidikan vokasi di bidang energi. Pemkab Blora berharap agar Kementerian Perhubungan juga terlibat dalam mewujudkan visi ini.
”Dengan keterlibatan Kementerian Perhubungan, nantinya seluruh Politeknik yang ada akan diarahkan atau ditarik ke Cepu,” kata Bupati Arief.
Sebagai langkah awal, pada 9 Desember mendatang, akan diluncurkan sekolah penerbangan di Cepu. Hal ini merupakan salah satu langkah konkrit dalam mewujudkan Cepu Raya sebagai pusat pendidikan energi.
Bupati Arief juga menyoroti gagasan Dirjen Migas Tutuka Ariadji mengenai branding Cepu Raya sebagai ”Sumur Tua”. Beliau meminta bantuan untuk penataan sumur tua tersebut, melibatkan penataan penambang dan paguyuban penambang.
”Bahkan mengkoneksikan dengan Geoheritage Bojonegoro sangat perlu sehingga akan lebih menarik,” tambah Bupati Arief.
Dalam rangka menuju peluncuran Cepu Raya, Bupati Arief berharap adanya payung hukum Inpres untuk melakukan penataan kawasan Cepu. Dengan melibatkan lintas kementerian dan BUMN, penataan fasilitas dan sarana prasarana perlu diperhatikan secara serius.
”Saat ini sudah banyak investor yang bertanya-tanya. Untuk itu penataan terminal, Stasiun KA, dan sejumlah sarpras lainnya harus dimatangkan. Butuh kehadiran Kementerian PU untuk membikin penataan Cepu Raya seperti apa? Harus ada desk yang mengepalai. Perlu Inpres untuk memayungi," tegas Bupati.
Editor: Cholis Anwar



