Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora Fosil gading gajah purba di area Kracakan Sungai Bengawan Solo di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora berhasil dilakukan ekskavasi. Saat ini gading tersebut ditempat di Rumah Artefak Blora untuk dibersihkan dan dirawat.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinporabudpar Kabupaten Blora Widyarini bersama tim penyelenggaraan langsung menuju lokasi untuk mengecek keberadaan fosil gading gajah purba tersebut.

”Tim langsung berangkat dan dicek dan hari ini dilakukan kegiatan ekskavasi untuk nanti dikonservasi, dan dirawat di Rumah Artefak yang jadi fasilitas penyimpanan benda cagar budaya milik Pemkab Blora,’’ jelasnya saat ditemui di Rumah Artefak Blora, Rabu (22/5/2024).

Dia menjelaskan, fosil gading gajah purba ditemukan Senin (20/5/2024) sore. Pihak tim penyelamat karena melakukan ekskavasi sampai malam belum selesai akhirnya dilanjutkan pagi hari sampai, Selasa (21/5/2024) sore.

”Kami lihat di sana ternyata indikasi yang disebutkan tadi benar, bahwa indikasinya adalah fosil gading gajah purba. Kemudian karena kemarin kami pertimbangkan ekskavasi sampai malam, pagi sampai sore alhamdulillah berhasil diangkat,” jelasnya.

Fosil ini ditemukan tepat di sungai bengawan solo. Dengan kondisi sungai yang kering memudahkan petugas untuk melakukan ekskavasi.

”Itu di sungai tetapi kan kemarau airnya asat (surut). Alhamdulillah hasilnya masih bagus gadingnya,” jelasnya.

Menurutnya, sebelumnya di tempat yang tak jauh berbeda juga ditemukan fosil purbakala. Di wilayah tersebut juga termasuk wilayah yang sering terdapat temuan barang purba.

”Sudah sering ditemukan fosil di sana. Kalau melihat sebelumnya ada, kemungkinan besar ada komunitas gajah di situ, ada populasi gajah,” ucap Widyarini.

Pihaknya menduga, Sungai Bengawan Solo saat ini tidak seperti dahulu kala. Dia juga belum bisa memastikan bahwa ada kemungkinan fosil itu hanyut dari hulu Sungai Bengawan Solo.

”Saat ini memang ditemukan di bengawan tapi bisa jadi transport dari hulu, artinya belum ada kepastian. Tapi yang pasti dulu itu belum bengawan. Kondisi Sungai Bengawan Solo tidak seperti sekarang. Bisa jadi pergeseran sungai,” ujarnya.

Fosil gading gajah ini berjenis gajah purba elephas hyudindricus. Panjangnya 155 centimeter, berat awal 70 kilogram dan memiliki diameter 15 centimeter. Disekitarnya banyak juga terdapat fragmentaris fosil dari individu yang berbeda.

”Selama ekskavasi berjalan lancar, karena masyarakat desa sangat mendukung. Termasuk dari komunitas. Memang kita terbantu sama komunitas. Mereka menemukan dan melaporkan kepada kami. Artinya masih ada kepedulian dari masyarakat,” jelasnya.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler