Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora — Menyongsong datangnya musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Blora menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025/2026 di Alun-Alun Blora, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang diprakarsai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Blora (BPBD Blora) ini, dipimpin langsung Bupati Blora H Arief Rohman.

Dalam arahannya, Bupati Blora Arief Rohman mengajak seluruh peserta untuk bersyukur sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan bahwa curah hujan diperkirakan mencapai puncaknya pada Januari hingga Februari 2026, sehingga kewaspadaan seluruh unsur perlu diperketat.

“Musim hujan telah tiba dan berbagai potensi ancaman harus diantisipasi. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir, angin kencang, longsor, ataupun wilayah yang kerap terdampak cuaca ekstrem harus lebih berhati-hati,” ujarnya.

Bupati Blora juga menekankan pentingnya memperkuat manajemen penanggulangan bencana, mulai dari tahap pencegahan hingga pemulihan. Sinergi antara BPBD, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, relawan, dan pihak terkait lainnya disebutnya sebagai kunci untuk mengurangi risiko bencana.

“Setiap kejadian harus menjadi pembelajaran. Kesiapsiagaan dan deteksi dini akan sangat menentukan seberapa besar dampak bisa ditekan,” tambah Bupati Blora.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, mengungkapkan data kejadian bencana selama periode Oktober 2024 hingga November 2025. Dalam kurun waktu tersebut, terjadi 10 kejadian banjir, 39 angin kencang, dan 24 tanah longsor, dengan total kerugian material mencapai Rp24,932 miliar. Statistik ini menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Apel kesiapsiagaan Bencana ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD, camat se-Kabupaten Blora, unsur TNI-Polri, BUMN/BUMD, serta relawan kebencanaan. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap seluruh elemen dapat semakin solid menghadapi ancaman hidrometeorologi selama musim hujan berlangsung.

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler