Jelang Hari Jadi, Bupati Arief Rohman Ziarah ke Makam Leluhur Blora
Nathan
Kamis, 4 Desember 2025 16:16:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Menjelang peringatan Hari Jadi ke-276 Kabupaten Blora yang jatuh pada 11 Desember, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan tradisi ziarah ke makam para leluhur dan bupati terdahulu.
Rombongan ziarah yang dipimpin langsung oleh Bupati Arief Rohman dimulai pada Kamis (4/12/2025) di Komplek Makam Tirtonatan Desa Ngadipurwo, Kecamatan Blora.
Di Tirtonatan, terdapat peristirahatan terakhir delapan Bupati Blora tempo dulu, termasuk Tumenggung Djajeng Tirtanata (1762-1782) dan R. M. T. Tjakranegara III (1886-1912).
Selain Makam Tirtonatan, ziarah dilanjutkan ke komplek Makam Sunan Pojok di selatan Alun-alun Blora. Sunan Pojok dikenal sebagai tokoh penyebar agama, panglima perang Mataram Islam di era Sultan Agung, sekaligus ulama pendiri Masjid Agung Baitunnur Blora.
Rombongan kemudian beralih ke Kecamatan Cepu untuk berziarah ke TPU Giri Mulyo. Di tempat ini dimakamkan Ir. H. Basuki Widodo, Bupati Blora periode 1999–2007. Rangkaian ziarah diakhiri di Makam leluhur, Mbah Janjang Jiken (Jati Kusumo-Jati Sworo).
Di setiap lokasi makam, Bupati bersama Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, dan Lurah melakukan pembacaan tahlil dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan.
Bupati Arief Rohman menyampaikan, ziarah ini memiliki tujuan penting, yaitu untuk kembali mengingatkan generasi penerus bahwa keberlangsungan Kabupaten Blora tidak terlepas dari jasa dan perjuangan para pendahulu.
”Sekaligus mendoakan agar arwah para leluhur, Bupati Blora yang telah wafat diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Bupati Arief.
Bupati juga menambahkan bahwa ziarah ke makam leluhur di luar wilayah Blora telah dilakukan beberapa hari sebelumnya, termasuk ke Semarang, Temanggung, Yogyakarta, Solo, dan ziarah ke makam Tumenggung Wilotikto, Bupati Blora Pertama, di Tuban.
Editor: Cholis Anwar



