Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Blora – Sebanyak 86 remaja Blora, Jawa Tengah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Minggu (25/1/2026). Agenda itu diselenggarakan di Masjid Jami’ Moetiah oleh Dewan Kehormatan Masjid (DKM) setempat.
Dalam pelatihan itu, mereka digembeleng langsung oleh narasumber yang berkometen di berbagai bidang, yakni dari TNI-Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, hingga akadesmisi. Tak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan sampai 13 orang.
Acara LDK itu sendiri dibuka langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman. Hadir di kesempatan itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto dan Danramil 01/Blora Kapten Sumanto.
Ketua pelaksana, Muhammad Rifki Burhan, menjelaskan 86 peserta ini berasal dari pemuda - pemudi di seluruh Kabupaten Blora, dengan rincian 31 putra dan 55 putri.
”Tujuan dari acara ini adalah membentuk generasi muda, agar bisa menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, religius dan unggul,” jelasnya.
LDK ini sudah dilaksanakan dua kali, dan akan dilaksanakan setiap setahun sekali dan berkelanjutan.
Sebelum mengikuti pelatihan para peserta mengikuti test kesehatan terlebih dahulu oleh tim Dokter Kesehatan (Dokkes) dari Polres Blora.
”Harapannya, para remaja nantinya bisa menerapkan tidak hanya di masjid Jami' Moetiah namun di masjid-masjid lain di Blora,” imbuhnya.
Apresiasi...
Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai DKM Masjid Jami' Moetiah. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat juga dilakukan di seluruh masjid se-Kabupaten Blora.
Menurutnya, upaya memakmurkan masjid tidak hanya menjadi tanggung jawab para orang tua. Para pemuda juga memiliki kewajiban yang sama.
”Ini sangat bagus, program ini perlu kita terapkan dimasjid lain. Program ini akan mencetak generasi penerus yang akan memakmurkan masjid - maajid di Blora, dan mencetak generasi penerus menjadi pemimpin yang memiliki akhlak mulia,” ungkap Arif.
Bupati juga melihat asrama tempat pendidikan serta menengok siswa SMP Islam yang diasramakan di lingkungan masjid yang bersih, bagus dan menarik.
untuk diketahui, mereka yang bersekolah di SMP Islam Moetiah adalah orang yang tidak mampu dan anak yatim-piatu yang sudah terseleksi melalui beberapa tert.
Mereka didik secara disiplin untuk menjadi anak yang mandiri, berakhlak mulia, dan beragama dengan gratis.
Editor: Zulkifli Fahmi



