Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Juru Kunci Makam Ki Ageng Tirta, Jumadi mengatakan, Syaikh Abdurrohman merupakan tokoh yang berjasa membuat Desa Karagasem berlimpah air bersih.

Di musim kemarau seperti apa pun, Desa Karangasem tak pernah kekeringan. Warga selalu memiliki air untuk kebutuhan sehari-hari maupun pengairan tanaman.

’’Tidak pernah kekeringan. Air selalu ada dalam kondisi kemarau seperti apa pun,’’ katanya, Sabtu (8/4/2023).

Baca: Ki Ageng Tirta, Penyebar Agama Islam yang Makamnya di Karangasem Grobogan

Jumadi menceritakan, dahulu kala Karangasem dan sekitarnya merupakan daerah tandus. Kemudian Ki Ageng Titro bersama Sunan Prawoto dan sejumlah tokoh lain mengalirkan mata air dari Gunung Muria.

’’Mata airnya ini kan dari Gunung Muria, kemudian ke Prawoto, baru ke sini. Yang usahanya besar dapat aliran besar, yang usahanya kecil dapatnya kecil. Kebetulan Ki Ageng Tirta usahanya besar,’’ paparnya.

[caption id="attachment_371743" align="alignleft" width="1280"] Gapura pintu masuk menuju kompleks makam Ki Ageng Tirta atau Syeik Abdurrohman. (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
Beberapa tokoh yang turut serta mencari sumber air itu yakni Ki Ageng Berjo, Ki Ageng Grantil, Ki Ageng Ngebring, Ki Ageng Suruhan, Ki Ageng Kajengan, Ki Ageng Kajengan. Atas jasa mereka, desa-desa di sekitar Karangasem juga memiliki air yang melimpah.Baca: Ki Ageng Selo Tinggalkan Wasiat untuk Umat, Ini DaftarnyaDi Karangasem sendiri, ada tempat bernama Ngesong, yang merupakan pusat mata air dari Gunung Muria. Di situlah, debit air dibagi-bagi menjadi beberapa bagian, dengan Karangasem mendapat debit terbesar.Kades Karangasem Kanto mengatakan, sawah warganya kira-kira seluas 549 hektare tidak pernah kekeringan. Desa berpenduduk 10.459 orang itu selalu memiliki air melimpah.’’Air selalu melimpah. Warga tercukupi kalau soal air,’’ ujar dia. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler