Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam kesempatan itu, Abu menyebut bahwa Pemilu harus menjadi pesta demokrasi yang membuat masyarakat gembira.

”Masyarakat harus diedukasi, supaya pemilu betul-betul menjadi pesta yang membuat kita gembira. Kita jadikan pemilu wasilah untuk mewujudkan kehidupan masyarkat yang lebih baik,” katanya.

Abu yang hadir mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut itu mengatakan, ASN memang harus netral. Namun demikian, ASN memiliki kepentingan untuk menyukseskan gelaran lima tahunan itu.

”ASN harus netral, tidak memihak kiri atau kanan. Tapi kita punya kepentingan untuk menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan itu. Karena itu, kegiatan-kegiatan dalam rangka pendidikan politik sangat penting,” paparnya.

Baca: Soal Calon Bupati Grobogan, Siapa Sosok Pilihan NU?

Dalam kesempatan itu, Abu mengajak warga nahdliyin agar senantiasa meminta petunjuk dari para kiai di dalam memilih pemimpin. Menurutnya ada tiga cara di dalam menentukan pemimpin yang akan dipilih.

Pertama, memakai cara orang ahli, yakni menggunakan ijtihad politik. Orang yang dianggap memiliki pengetahuan cukup bisa menentukan siapa tokoh yang dianggap mampu menjadi pemimpin.

”Kalau kita belum pada level mujtahid, kita bisa menggunakan level kedua, yakni level itibak. Mengikuti argumen orang yang lebih paham yang tahu hukumnya dan dalilnya," jelasnya.Baca: Hafizah Anak Penjual Singkong Goreng Grobogan Diterima Jadi PolwanJika belum pada level mujtahid, lanjut dia, paling tidak harus menjadi itibak. Yakni  harus mempunyai idealitas mengapa harus memilih suatu pemimpin.”Kalau betul-betul awam, tidak tahu ijtihad maupun itiba, maka memang harus taklid (mengikuti pendapat orang lain tanpa tahu alasannya),” katanya.Menurutnya, Nahdliyin beruntung karena memiliki kiai yang bisa menjadi teladan untuk membimbing, termasuk dalam urusan politik. Dalam berbagai urusan, Nahdliyin sudah terbiasa meminta bimbingan dari para kiai.”Dalam konteks politik saya berharap nahdliyin bersatu padu satu barisan," harapnya.https://youtu.be/_1pr9AvBC9YEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler