Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada beberapa video yang beredar di media sosial Facebook dan Whatsapp. Antara lain yang berdurasi 13 detik, 11 detik, dan 9 detik. Dalam video berdurasi 9 detik, seorang perempuan seperti berceramah mengatai orang-orang bodoh.

“Bodoh kalian. Manusia-manusia bodoh, tidak tahu iman kalian semua,” kata perempuan tersebut.

Dalam video lain berdurasi 13 detik, seorang pekerja berkaus kuning dan celana jeans menjerit-jerit panjang. Dia tampak digotong sejumlah lelaki, dipindahkan dari tempatnya.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Grobogan Grobogan Sintono membenarkan adanya peristiwa perempuan yang menjerit-jerit diduga kesurupan itu. Dia menyebut, jumlahnya sekitar 10 orang.

BACA JUGA: 20 Karyawan Pabrik Tas di Boyolali Kesurupan, Semua Wanita

“Ya benar, jumlahnya banyak, sekitar 10 orang,” katanya.Sintono menambahkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Usai kejadian tersebut, para pekerja pun dipulangkan seluruhnya.“Kejadiannya tadi siang, waktu istirahat. Akhirnya, ya semua pekerja dipulangkan,” imbuhnya.Kejadian itu pun dikaitkan dengan adanya sedekah bumi di Desa Gebangan, tempat pabrik itu berdiri. Kebetulan, pada hari ini digelar sedekah bumi di desa tersebut, namun pihak pabrik diduga tetap meminta pekerja masuk.“Ada yang mengaitkan dengan itu (karena ada sedekah bumi),” ujar Sintono.Editor: Budi Santoso

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler