Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo mengatakan, dalam riwayat kesehatannya Sumarlan diketahui menderita gula dan hipertensi. Selain itu, ketika diperiksa tim kesehatan, tensi darah Sumarlan juga tinggi.

”Sudah ada gula dan hipertensi. Tensi darah Pak Sumarlan juga 170/95 (mmHg). Penyakit yang sudah diketahui akan ditangani terlebih dahulu,” ujarnya, Selasa (4/7/2023).

BacaDinkes Grobogan: Sumarlan Berbobot 200 Kg, Anaknya 216 Kg

Lebih lanjut, Slamet menyebut, setelah penyakit yang diderita sudah tertangani, Sumarlan akan diatur pola makannya untuk mengurangi berat badan. Sebab, lanjut Slamet, obesitas yang diderita Sumarlan disebabkan banyaknya kalori yang masuk ketimbang yang keluar.

”Kalori yang masuk lebih banyak dibanding keluar, sehingga kalori yang berlebih itu disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak. Selain itu ada faktor genetik,” imbuh Slamet.

Slamet menyatakan, saat ini tim yang menangani pengobatan Sumarlan masih mendiskusikan langkah yang akan ditempuh terkait obesitas yang diderita Sumarlan. Nantinya, setelah diketahui kesimpulannya baru akan diputuskan tim dokter yang menangani.”Masih didiskusikan, nanti kalau sudah ada kesimpulan akan diputuskan tim dokter,” katanya.BacaSumarlan Obesitas asal Ngrandu Grobogan Berbobot 150 Kg, Keluarga Ungkap KondisinyaSebagaimana diberitakan, Sumarlan, pria obesitas yang disebut berbobot 200 kg akhirnya bersedia dievakuasi dari rumahnya di Desa Ngrandu, Kecamatan Geyer, Grobogan ke RSUD Purwodadi pada Senin (3/7/2023) kemarin. Sebelumnya, warga kelahiran Grobogan itu dievakuasi dari tempat tinggalnya di Jakarta dan pada pekan lalu. Editor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler