Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Bencana banjir terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pagi ini, Selasa (6/2/2024) Tercatat 29 desa terendam banjir.

29 desa itu tersebar di Kecamatan Kedungjati, Gubug, Tegowanu, Godong, Penawangan, Purwodadi. Kemudian Toroh, Geyer, Karangrayung, Tawangharjo, dan Tanggungharjo.

Kecamatan dengan dampak banjir terparah yakni Kedungjati. Total terdapat delapan desa terdampak, yakni Desa Ngombak, Kedungjati, Kalimaro, Deras, Padas, Klitikan, Jumo, dan Wates.

Adapun wilayah perkotaan Purwodadi juga terdampak banjir cukup parah kali ini. Desa dan kelurahan di perkotaan terdampak yakni Purwodadi, Kalongan, Candisari, Ngraji, Cingkrong.

Di Perumahan Permata Hijau, total terdapat 120 rumah tergenang banjir. Ketinggian air mencapai 40-60 cm.

Di Kampung Banaran dan Kebondalem air menggenangi rumah dengan ketinggian 30-50 cm.
Sementata itu, di Jalan Raya Dr. Sutomo dan seputaran Simpang Lima Purwodadi, ketinggian air memcapai 30-40 cm dan membuat arus lalu lintas tersendat.

Di Desa Kramat, Kecamatan Penawangan, banjir disebutkan akibat jebolnya sungai Jajar di Karangrayung. Banjir menggenangi area persawahan dengan luas sekitar 16 hektare dan usia padi kurang lebih 25 -40 hari. Selain itu, ada 24 rumah warga juga terdampak banjir.

Di Dusun Jono Krajan, Desa Jono Krajan, Kecamatan Tawangharjo, banjir menggenangi jalan perkampungan dan halaman rumah warga dengan ketinggian air sekitar 20-100 cm.

Meski ada yang sudah berangsur-angsur surut, namun di beberapa kecamatan air masih terus meninggi. Jumlah wilayah terdampak masih berpotensi bertambah.

Pihak BPBD masih melakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak atau pun jumlah rumah terendam dalam banjir kali ini.

BPBD Grobogan menyatakan, banjir Grobogan terjadi akibat hujan deras pada Senin (5/2/2024) sore hingga malam.

Selain itu juga akibat kiriman air dari hulu sungai Lusi, Serang, dan Tuntang. Sungai-sungai itu tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan air meluap dan banjir.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler