Siswa Minim, SDN 4 Dimoro Grobogan Jarang Ikut Lomba Kelompok
Saiful Anwar
Kamis, 1 Agustus 2024 16:06:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Jumlah siswa yang minim membuat Sekolah Dasar Negeri atau SDN 4 Dimoro di Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tidak banyak mengikuti lomba. Terutama perlombaan yang bersifat kelompok.
Kepala SDN 4 Dimoro Ana Riyanti mengatakan, jumlah siswa keseluruhan di SD yang dipimpinnya kini hanya 21 anak, dari kelas 1 sampai kelas 6. Jumlah siswa yang terbatas membuat pihaknya kesulitan saat ingin mengikuti suatu lomba prestasi, terutama yang berkelompok.
’’Misalnya ada lomba pramuka itu butuhnya sekitar 8 anak. Kalau ikut, nanti siswanya habis. Tapi untuk individu sebisa mungkin kami ikut,’’ ungkap Ana kepada Murianews.com, Kamis (1/8/2024).
Ana mengatakan, siswa yang minim itu juga membuatnya mengubah visi SD sejak dirinya memimpin sekitar 1,5 tahun lalu. Dari sebelumnya bervisi ‘prestasi’, diganti menjadi ‘beriman, bertakwa, dan peduli lingkungan”.
’’Awalnya visinya prestasi. Gimana mau beprestasi kalau jarang ikut lomba,’’ imbuhnya.
Terkait visi beriman dan bertakwa, Ana pun sudah berkoordinasi dengan pihak masjid untuk menggelar salat Dhuha. Kemudian, visi peduli lingkungan, dirinya pun berhasil mengubah lingkungan sekolah tersebut menjadi lebih baik.
’’Untuk visi beriman dan bertakwa, kami ada kegiatan salat Dhuha dan Jumat beramal. Untuk yang visi peduli lingkungan, ini kita perhatikan lingkungan sekolah sebagik mungkin. Ini dulunya tidak begini saat saya masuk, kini sudah jauh lebih baik,’’ ucapnya.
Ana menerangkan, meski siswanya sangat terbatas, namun sebisa mungkin pihaknya tetap rutin menggelar upacara setiap Senin. Kendati, dalam prosesi upacara itu ada hal-hal yang harus dilewati karena terbatasnya siswa itu.
Sebagaimana diberitakan, SDN 4 Dimoro hanya memiliki satu siswa baru pada PPDB 2024 ini. Siswa itu bernama Siti Maemunah yang diketahui dari kalangan kurang mampu. Meski siswa minim, namun belum ada rencana regrouping sekolah tersebut.
Editor: Zulkifli Fahmi



