Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – KONI Grobogan bersiap menggelar musyawarah olahraga kabupaten (Musorkab), paling lambat pada Desember 2024 mendatang. KONI Grobogan dipastikan akan memiliki ketua baru, sebab ketua saat ini, Fathurrachman sudah menjabat dua periode.

Wakil Ketua KONI Grobogan Afrosin Arif mengatakan, hingga kini belum ada persiapan berarti terkait persiapan menjelang digelarnya Musorkab. Pihaknya pun belum menentukan tanggal digelarnya kegiatan untuk memilih ketua dan pengurus baru tersebut.

”Belum ada pembahasan, tanggal Musorkab belum ditentukan. Tapi karena kita dibatasi maksimal 31 Desember 2024, jadi sebelum itu harus Musorkab,” katanya, Senin (2/9/2024).

Meski belum menentukan tanggal, namun pihaknya telah memberitahukan kepada sejumlah pengurus cabor yang masa baktinya berakhir di Desember 2024 nanti. Sehingga, ketika digelar Musorkab nanti mereka tetap memiliki suara.

”Ada sembilan cabor yang masa baktinya habis di Desember. Kita minta ajukan semuanya (muscab masing-masing cabor), agar tidak kehilangan hak pilihnya saat Musorkab. Persiapan KONI hanya itu,” imbuhnya.

Afrosin mengatakan, total terdapat 58 cabor yang masing-masing memiliki hak suara di Musorkab nanti. Selain itu, ketua demisioner nantinya memiliki hak satu suara, sehingga total ada 59 pemilik suara.

Dia menjelaskan, setiap cabor dapat mengajukan calon ketua umum masing-masing. Kemudian, suara terbanyaklah yang akan terpilih.

”Nanti dimulai tim penjaringan dibentuk dulu. Masing-masing cabor mengajukan calon ketua umumnya. Yang punya suara 58 cabor, dan KONI demisioner punya satu hak suara,” ucapnya.

Lebih lanjut, Afrosin mengatakan, setiap cabor nantinya akan diverifikasi terlebih dahulu. Dia menjelaskan, untuk cabor taekwondo diketahui mendapatkan SK tanpa rekomendasi dari KONI Grobogan, sehingga nantinya hak suaranya berpotensi hilang.

”Nanti ada verifikasi dulu. Seperti taekwondo itu kan kemarin dapat SK tanpa rekomendasi dari KONI. Itu kan secara AD ART bisa dikeluarkan dari keanggotaan KONI. Hak suara bisa hilang. Meskipun cabor besar, tapi kemarin agak bermasalah,” tandasnya.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler