Banjir Mengintai, Bupati Grobogan Wanti-Wanti Puncak Musim Hujan
Saiful Anwar
Rabu, 29 Oktober 2025 11:49:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Masyarakat Grobogan, Jawa Tengah diminta terus waspada potensi bencana hidrometeorologi yang meliputi di antaranya bencana banjir, angin kencang, hingga tanah longsor.
Itu disampaikan Bupati Grobogan Setyo Hadi saat memimpin Apel Siaga Bencana di halaman Setda setempat, Rabu (29/10/2025).
Hadi menyebutkan, sesuai prakiraan dari BMKG, Grobogan telah memasuki musim penghujan sejak Oktober ini.
Sementara puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Hal itu ditandai dengan curah hujan tinggi dan potensi angin kencang di sejumlah wilayah.
”Curah hujan mulai meningkat dan dalam beberapa hari terakhir hujan lebat disertai angin kencang sering terjadi. Kita perlu meningkatkan kewaspadaan bersama,” ujar dia.
Menurutnya, fenomena alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung kerap menyertai datangnya musim hujan di sejumlah kecamatan di Grobogan.
Berdasarkan data kebencanaan, banjir sudah melanda Grobogan pada Januari, Maret, dan Mei 2025, dan bahkan baru-baru ini kembali terjadi di 28 desa yang tersebar di 14 kecamatan.
Kebakaran...
- 1
- 2



