Ngeri, Ratusan Siswa di Gubug Grobogan Dikabarkan Keracunan MBG
Saiful Anwar
Sabtu, 10 Januari 2026 13:35:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Grobogan – Sebanyak 452 siswa di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dikabarkan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kejadian itu baru diketahui Sabtu (10/1/2026) pagi usai ratusan siswa itu ramai-ramai izin tidak masuk sekolah. Mereka diduga keracunan MBG yang diberikan pada Jumat (9/1/2026) kemarin.
Camat Gubug Bambang Supriyadi dalam laporannya membeberkan, selain ratusan siswa, ada belasan guru dan beberapa wali murid juga menjadi korban dugaan keracunan MBG.
”Laporan awal kami terima pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB dari Kepala Puskesmas Gubug 1. Dari hasil pendataan sementara, kasus ini terjadi di beberapa SD dan sekolah di lingkungan ponpes,” bebernya.
Rinciannya, siswa SD Negeri 2 Trisari (24 siswa), SD Negeri 1 Trisari (30 siswa, 3 guru), SD Negeri Glapan (13 siswa, 1 guru), SD Negeri 1 Penadaran (57 siswa, 3 guru, 3 wali murid).
Kemudian SD Negeri 3 Penadaran (40 siswa, 3 guru), serta SD Negeri 2 Penadaran (28 siswa, 4 guru). Lalu di SMK Miftahul Huda (52 siswa) dan SMP Miftahul Huda (208 siswa).
”Dari laporan yang kami terima, seluruhnya diduga mengalami keracunan MBG yang dibagikan pada Jumat (9/1/2026) dari SPPG Kuwaron,” imbuhnya.
Sebagai langkah penanganan awal, lanjutnya, Pemerintah Kecamatan Gubug telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas Gubug 1 dan Gubug 2 untuk melakukan pemetaan kasus. Kemudian juga penanganan medis terhadap para korban.
Puskesmas Gubug 2...
- 1
- 2



