Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Ratusan siswa diduga keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Hingga Senin (12/1/2026) hari ini, jumlah korban dugaan keracunan telah mencapai 795 orang. Angka itu bertambah signifikan dibanding sehari sebelumnya masih sebanyak 650-an orang.

Korban siswa berasal dari beberapa SD di desa berbeda, lalu siswa SMP dan SMK Miftahul Huda Ngroto.

Berikut ini beberapa fakta yang terungkap dari dugaan keracunan massal program MBG itu:

1. Korban Mayoritas Santri

Kasus dugaan keracunan MBG mencuat di Kecamatan Gubug, dengan mayoritas santri sebagai korban. Guru dan sejumlah wali murid juga ikut terdampak.

Dari data pengurus, total ada 1.260 siswa yang mendapat MBG pada Jumat (9/1/2026) lalu.

Data awal menyebut, sejumlah siswa SDN yang terdampak yakni SD Negeri 2 Trisari (24 siswa), SD Negeri 1 Trisari (30 siswa, 3 guru), SD Negeri Glapan (13 siswa, 1 guru), SD Negeri 1 Penadaran (57 siswa, 3 guru, 3 wali murid).

RSUD Ki Ageng Getas Pendowo Gubug Penuh Pasien... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler