Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Grobogan – Pemilik SPPG penyuplai MBG yang diduga jadi penyebab keracunan di SDN 2 Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (30/1/2026) menyebut masa expired atau kadaluarsa susu masih lama.

Susu yang diduga menjadi penyebab keracunan itu disebut masa kadaluarsanya masih sampai Desember 2026.

Muhammad Sodiq, pemilik SPPG tersebut menduga ada kardus susu yang bocor.

”Masa expired-nya masih sampai Desember. Mungkin kardusnya kebocoran, juga bisa,” kata dia.

Sosok yang juga Kades Pulongrambe itu menyebut ada sekitar 3.000 MBG yang disalurkan, dan hanya sekitar lima anak yang mual dan muntah.

”Ada sekitar 3.000 porsi yang kami berikan ke siswa, hanya lima siswa yang merasakan. Yang lain tidak terjadi apa-apa. Sebagian sudah diminum, sebagian belum,” imbuhnya.

Terkait dugaan keracunan MBG itu, Kepala Dinkes Grobogan Djatmiko mengkhawatirkan korban dugaan keracunan akan bertambah. Ia pun meminta sejumlah pihak terkait terus waspada akan potensi bertambahnya siswa bergejala keracunan.

”Kita berharap tidak bertambah. Dengan adanya kondisi ini, kita mewaspadai kalau ada gejala muncul, dari anak, siswa yang sudah pulang,” ujarnya.

Pantau Gejala Awal...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler